PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi 17 korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL JakartaÔÇôCikarang di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif pada Senin (4/5/2026). Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memastikan pendampingan penuh terus diberikan kepada seluruh korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit.
Jumlah pasien yang masih dalam perawatan medis ini merupakan bagian dari total 106 korban akibat insiden yang terjadi pada akhir April lalu. Dilansir dari Megapolitan, manajemen perusahaan telah menempatkan personel khusus untuk memantau perkembangan kesehatan para korban setiap saat.
ÔÇ£Sekarang tinggal 17 orang yang masih dirawat. Dan tentunya kami mendoakan dan selalu berusaha yang terbaik agar saudari-saudari kita kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak KAI menegaskan bahwa komitmen layanan tidak hanya terbatas pada biaya perawatan, tetapi juga pada kehadiran fisik staf di lokasi perawatan. Penjagaan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi tanpa hambatan administratif.
ÔÇ£Ya, kami full sekali pendampingannya untuk korban yang luka-luka. Selalu ada 24 jam staf kami di rumah sakit-rumah sakit,ÔÇØ kata Bobby Rasyidin.
Selain penanganan korban luka, manajemen juga telah menyelesaikan prosedur bagi korban yang meninggal dunia. KAI menyatakan telah memfasilitasi seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
ÔÇ£Tidak hanya itu, untuk yang telah meninggal dunia, kami hantarkan sampai ke liang kubur. Dan tentunya kami mengurusi semua hak-hak dari korban,ÔÇØ ujarnya.
Sebagai langkah peringatan atas tragedi tersebut, pihak otoritas kereta api berencana mendirikan sebuah monumen di area stasiun. Pembangunan tugu ini dimaksudkan untuk mengenang para korban yang terdampak dalam peristiwa mematikan tersebut.
ÔÇ£Kemudian tadi juga kami mau bikin tugu di sini ya. Tolong didukung ya,ÔÇØ ucap Bobby Rasyidin.
Merespons faktor keselamatan perjalanan, PT KAI telah mengidentifikasi ratusan titik pelintasan sebidang yang dinilai membahayakan bagi operasional kereta api dan masyarakat. Perusahaan menargetkan penutupan jalur-jalur ilegal tersebut dilakukan dalam waktu dekat.
ÔÇ£Ada lebih dari 200 pelintasan yang akan segera kami tutup. Dan kami sudah kategorisasikan 235 lokasi akan kami lakukan penutupan secepatnya,ÔÇØ kata Bobby Rasyidin.
Kecelakaan maut tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi. Insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Berdasarkan data resmi, total korban mencapai 106 orang, dengan rincian 16 orang meninggal dunia setelah perawatan dan 90 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dalam kejadian tersebut.
Para korban saat ini tersebar di delapan fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.