PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen menanggung biaya pendidikan anak dari salah satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Jumat (1/5/2026). Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendampingi keluarga yang terdampak peristiwa tersebut.
Pemberian bantuan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen perusahaan sebagai upaya meringankan beban keluarga korban, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. KAI memberikan jaminan melalui program khusus agar keberlangsungan sekolah anak korban tetap terjamin pasca-insiden.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa kehadiran perusahaan bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan material secara langsung kepada pihak keluarga. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan guna mendengarkan kebutuhan mendesak yang dihadapi para ahli waris.
"Dalam situasi yang berat ini, kami ingin keluarga tetap merasa didampingi. Untuk salah satu anak dari korban meninggal dunia, KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan agar dapat melanjutkan sekolah dengan baik," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Selain fokus pada bantuan pendidikan, perusahaan plat merah tersebut memastikan pemberian pendampingan bagi pelanggan lain yang terdampak. Sebuah posko informasi tetap disiagakan di Bekasi Timur untuk melayani kebutuhan administrasi dan proses pemulihan informasi bagi publik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa fokus utama saat ini mencakup pemulihan menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun kondisi psikologis pihak-pihak terkait. Fasilitas layanan kesehatan mental turut disediakan oleh perusahaan di lapangan.
"Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis. Karena itu, KAI terus memfasilitasi pendampingan, termasuk layanan trauma healing, agar keluarga dan pelanggan dapat melalui masa ini dengan lebih tenang," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
KAI menegaskan tetap menjaga operasional layanan kereta api agar tetap berjalan normal guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat lainnya. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses pendampingan yang sedang berjalan.
"Kami menyampaikan duka yang mendalam dan permohonan maaf kepada keluarga serta pelanggan yang terdampak. KAI akan terus mendampingi dalam setiap proses yang dijalani," tutur Anne Purba.