PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan tahlil dan doa bersama di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (4/5/2026) sebagai penghormatan bagi 16 korban jiwa insiden kecelakaan kereta api. Dilansir dari Money, kegiatan ini juga bertujuan memberikan dukungan moral bagi keluarga terdampak serta pelanggan yang masih menjalani perawatan medis.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran direksi, komisaris, dan keluarga besar KAI di tengah proses pemulihan pascatragedi. Sebagaimana diketahui, insiden mematikan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL yang sedang terhenti pada Senin malam (27/4/2026).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk solidaritas perusahaan untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia. Pihaknya juga memberikan perhatian khusus bagi para penyintas yang saat ini masih dalam masa pemulihan di rumah sakit.
"Kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah mendahului agar diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Bobby menegaskan komitmen perusahaan untuk memantau kondisi seluruh pelanggan yang terdampak hingga mereka dinyatakan pulih sepenuhnya.
"Bagi yang masih dalam perawatan, kita berharap segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Manajemen memastikan akan mengawal setiap tahapan penanganan, baik dari sisi medis maupun kebutuhan lainnya bagi keluarga korban.
"Kehilangan ini menjadi duka bersama. KAI akan terus hadir mendampingi, memastikan pelanggan yang masih dirawat mendapatkan penanganan yang dibutuhkan hingga pulih," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Rangkaian upacara duka ini diisi dengan pembacaan Yasin, tahlil, ceramah, serta prosesi peletakan bunga di area stasiun. Jajaran komisaris dan direksi turut meletakkan bunga sebagai simbol belasungkawa mendalam atas peristiwa yang merusak parah gerbong khusus perempuan tersebut.
KAI memastikan skema pendampingan menyeluruh mencakup layanan medis lanjutan, dukungan psikologis, serta koordinasi intensif dengan pihak keluarga. Benturan keras saat kejadian menyebabkan lokomotif masuk ke dalam gerbong belakang KRL, sehingga banyak penumpang sempat terjebak di dalam material gerbong yang rusak.