KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta Api Akibat Kecelakaan di Bekasi

KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta Api Akibat Kecelakaan di Bekasi
Foto: Ilustrasi KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta Api Akibat Kecelakaan di Bekasi.

Operasional kereta api jarak jauh dan Commuter Line mengalami gangguan massal pada Selasa (28/4/2026) menyusul kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Barat. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut memicu pembatalan belasan jadwal keberangkatan dan keterlambatan perjalanan hingga berjam-jam.

Dilansir dari Megapolitan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat 19 perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta terpaksa dibatalkan sepanjang hari Selasa. Dampak ini paling terasa di Stasiun Gambir, di mana sebanyak 457 penumpang dari enam rangkaian kereta batal berangkat menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Manajer Humas PT KAI Daop I, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pihak manajemen berupaya menangani keluhan pelanggan yang terdampak di area stasiun. Kepastian pembatalan ini mencakup rute populer seperti tujuan Cilacap, Semarang, hingga Surabaya.

"Kami KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan kereta api, khususnya di Stasiun Gambir," ujar Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I.

Daftar kereta yang batal berangkat dari Stasiun Gambir meliputi KA Purwojaya, KA Parahyangan, KA Argo Muria, dan KA Argo Bromo Anggrek. Selain itu, tiga keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen yaitu KA Sawunggalih, KA Madiun Jaya, dan KA Tawang Jaya Premium juga turut dibatalkan.

"Sedangkan untuk di Stasiun Pasar Senen itu keterlambatan range-nya antara dari 20 menit sampai dengan 227 menit ya," ujar Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I.

Keterlambatan parah ini dipicu oleh penyempitan jalur dari jalur ganda (double track) menjadi jalur tunggal (single track) selama proses evakuasi. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang rangkaian kereta yang akan masuk ke wilayah Jakarta.

"Jadi, sekali lagi KAI mohon maaf atas ketidaknyamanannya kepada pelanggan akibat dari keterlambatan perjalanan kereta api," lanjut Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I.

KAI memberlakukan kebijakan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen bagi penumpang yang terdampak. Klaim pengembalian biaya dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang seharusnya.

"Kan antrean. Dari double track menjadi single track. Jadinya gantian. Ada antrean sehingga menimbulkan keterlambatan tinggi," tambah Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I.

Kondisi di Stasiun Pasar Senen pada Selasa malam dilaporkan padat oleh ratusan calon penumpang yang menunggu kepastian jadwal. Banyak penumpang memilih bertahan di lantai ruang tunggu karena minimnya informasi pembaruan keberangkatan.

"Belum ada kabar apa-apa dari pihak KAI nya. Sudah hampir satu jam nunggu tapi belum ada kepastian," ujar Riska, salah satu calon penumpang.

Beberapa penumpang mengeluhkan kurangnya transparansi informasi terkait durasi keterlambatan yang terjadi sejak sore hari. Hal ini menyebabkan penumpukan massa di area peron dan pintu masuk stasiun.

"Saya enggak tahu kalau akan delay separah ini. Jadi kayak datang aja karena yakin akan berangkat," kata Devi, calon penumpang tujuan Yogyakarta.

Kekecewaan serupa membuat sejumlah penumpang di Stasiun Gambir memilih beralih ke moda transportasi udara untuk mengejar jadwal pekerjaan. Devi menyebut jika informasi diberikan lebih awal, ia lebih memilih menunda keberangkatan.

"Kalau tahu akan terlambat lama, saya mending di rumah saja, mungkin di-cancel dan berangkat besok," kata Devi, calon penumpang tujuan Yogyakarta.

Citra, seorang warga Tangerang, terpaksa mengurus pembatalan tiket kereta karena armada menuju Stasiun Tugu Yogyakarta tidak kunjung tiba hingga siang hari. Ia memutuskan untuk memesan tiket pesawat untuk keberangkatan hari berikutnya.

"Jadi aku mau cancel. Paling nanti ganti pesawat besok sih. Saya ke Yogya mau ada urusan pekerjaan," tutur Citra, penumpang di Stasiun Gambir.

Kendala operasional juga merambah pada layanan KRL Blue Line rute Jakarta-Cikarang yang hanya dioperasikan sampai Stasiun Bekasi. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi pembatasan layanan ini demi kelancaran penanganan di lokasi tabrakan.

"Soalnya aku juga enggak punya waktu lama sampai besok," lanjut Citra, penumpang di Stasiun Gambir.

Pihak KAI Commuter menyatakan bahwa perjalanan KRL dari arah Manggarai maupun Pasar Senen dialihkan untuk melakukan pemberangkatan awal dari Stasiun Bekasi. Seluruh proses evakuasi dipastikan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.

"Naik pesawat. Aku pulang lagi ke rumahku ke Tangerang," tambah Citra, penumpang di Stasiun Gambir.

Pihak manajemen memprediksi layanan KRL baru akan kembali normal hingga Stasiun Cikarang pada Rabu (29/4/2026) siang. Hingga saat ini, petugas masih fokus melakukan evakuasi unit kereta di Stasiun Bekasi Timur.

"Sampai dengan saat ini perjalanan KRL untuk blue line hanya dilayani sampai dengan Stasiun Bekasi," ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa perjalanan pada Rabu pagi masih akan mengalami keterbatasan rute. Proses normalisasi jalur akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan penanganan di lapangan.

"Pada pagi hari, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi," ujar Anne Purba, VP Corporate Communication PT KAI.

Rencana pengoperasian kembali lintas Bekasi-Cikarang akan sangat bergantung pada hasil pengecekan akhir prasarana jalan rel. KAI terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh jalur aman dilalui kembali oleh rangkaian kereta api.

"Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas BekasiÔÇôCikarang pada siang hari," imbuh Anne Purba, VP Corporate Communication PT KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi