PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk mengenang para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL JakartaÔÇôCikarang yang terjadi pada Senin (27/4/2026). Rencana penghormatan ini disampaikan langsung oleh pimpinan perusahaan saat meninjau lokasi pada Senin (4/5/2026).
Dilansir dari Megapolitan, insiden tragis di KM 28+920 tersebut melibatkan KRL nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi. Tercatat sebanyak 106 orang menjadi korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pembangunan monumen tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap nilai kemanusiaan dan pengingat akan tragedi tersebut. Ia meminta dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan sarana peringatan ini dapat berjalan lancar di area stasiun.
ÔÇ£Kemudian tadi juga kami mau bikin tugu di sini ya. Tolong didukung ya,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Kondisi di area stasiun saat ini masih dipenuhi oleh berbagai karangan bunga sebagai bentuk dukacita dari masyarakat. Bobby menyebutkan bahwa pihak manajemen merasakan kesedihan yang sama dengan keluarga korban atas musibah yang menimpa para penumpang kereta tersebut.
ÔÇ£Ini adalah bagian rasa dari belasungkawa kami dan duka cita. Tentunya kehilangan yang besar ini, kami ingin menjadi bagian dari keluarga para korban yang telah wafat ya,ÔÇØ kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak KAI berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai titik balik untuk memperketat standar operasional prosedur perjalanan. Bobby menegaskan bahwa dukungan moral dari publik menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan moda transportasi kereta api.
ÔÇ£Dan kami tentunya akan memberikan layanan yang lebih baik, dan aman ke depannya,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Selain rencana pembangunan tugu, KAI memastikan tanggung jawab terhadap korban luka yang masih dirawat di rumah sakit tetap berjalan. Tim medis dan staf khusus telah disiagakan secara bergantian untuk memantau perkembangan kesehatan para penyintas selama masa pemulihan.
ÔÇ£Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full. Ada 24 jam staf kami di rumah sakit,ÔÇØ ucap Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Sebagai tindakan preventif jangka panjang, PT KAI telah memetakan ratusan titik pelintasan sebidang yang dinilai membahayakan bagi perjalanan kereta maupun pengguna jalan. Sebanyak 235 lokasi telah masuk dalam daftar prioritas untuk segera ditutup guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa di masa depan.
ÔÇ£Ada lebih dari 200 pelintasan yang akan segera kami tutup. Dan kami sudah kategorisasikan 235 lokasi akan kami lakukan penutupan secepatnya,ÔÇØ kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Berdasarkan data operasional, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kejadian tersebut dilaporkan selamat tanpa cedera. Fokus utama perusahaan saat ini adalah penutupan perlintasan berisiko tinggi dan penyelesaian pembangunan tugu peringatan di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.