Kawasan suci Makkah mulai memasuki periode sakral seiring dengan dipasangnya kain putih pada Ka'bah. Prosesi yang berlangsung pada Sabtu malam, 18 April 2026 waktu setempat ini, menjadi simbol resmi dimulainya musim haji 1447 Hijriah.
Dilansir dari Cahaya, pemasangan kain ihram ini menandai kesiapan Tanah Suci dalam menyambut jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia. Fenomena visual ini mempertegas dimulainya perjalanan spiritual rukun Islam kelima.
Pemasangan kain di Masjidil Haram dilakukan dengan mengangkat Kiswah atau kain hitam penutup Ka'bah setinggi kurang lebih tiga meter. Area bawah kemudian dilapisi kain katun putih selebar dua meter pada setiap sisinya.
Langkah tersebut membawa pesan mendalam tentang kesucian, kesederhanaan, serta kesetaraan antarumat manusia. Secara fungsional, penutupan dengan kain putih bertujuan menjaga Kiswah dari risiko kerusakan akibat kepadatan jemaah saat tawaf.
Proses pengerjaan ini melibatkan sekitar 34 perajin profesional yang memiliki keahlian khusus. Seluruh tahapan teknis tersebut berhasil diselesaikan dalam durasi waktu sekitar dua jam.
Sejarah dan Pemeliharaan Struktur Suci
Tradisi mengangkat Kiswah merupakan bagian dari protokol perawatan rutin yang telah terjaga selama lintas generasi. Tanggung jawab pemeliharaan Ka'bah ini diteruskan sejak era para khalifah hingga pemerintahan Arab Saudi modern.
Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F.E. Peters, dijelaskan bahwa ritual fisik di sekitar Ka'bah merupakan bentuk penghormatan spiritual. Sementara itu, M. A. Khan dalam Hajj and Umrah: From A to Z menyebut elemen visual di Masjidil Haram memperkuat pengalaman jemaah.
Kesiapan Infrastruktur dan Regulasi Ketat
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mematangkan berbagai persiapan intensif. Proyeksi kehadiran jutaan jemaah menuntut manajemen skala besar dengan koordinasi teknis yang sangat tinggi.
Beberapa upaya pemeliharaan fisik yang telah dilakukan meliputi perbaikan struktur di area Hijr Ismail. Petugas juga mengganti lebih dari 30 meter sambungan ekspansi serta memperbaiki nat pada 50 sambungan marmer.
Sebanyak lebih dari 300 petugas teknis dikerahkan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal. Fokus utama pemerintah adalah menjamin kenyamanan dan keamanan jemaah selama berada di lingkungan suci.
Sanksi Bagi Pengguna Visa Non-Haji
Pemerintah Arab Saudi menegaskan kebijakan ketat mengenai akses masuk ke Kota Suci Makkah selama musim haji. Saat ini, hanya individu yang memiliki visa haji resmi yang diperbolehkan memasuki wilayah tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyiapkan sanksi berat bagi mereka yang melanggar aturan akses masuk. Sanksi tersebut mencakup denda dalam jumlah besar, tindakan deportasi, hingga larangan memasuki wilayah Saudi selama 10 tahun.
Gelombang perdana jemaah haji dilaporkan telah tiba pada 18 April 2026. Arus kedatangan ini diprediksi akan terus meningkat dan mencapai titik puncaknya saat pelaksanaan wukuf di Arafah pada Mei mendatang.
John L. Esposito dalam bukunya Islam: The Straight Path menyebut haji sebagai manifestasi nyata persatuan umat. Simbol kain putih yang menyelimuti Ka'bah kini menjadi pengingat bagi jutaan langkah yang mulai bergerak menuju satu titik spiritual yang sama.