Insiden maut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang menghantam bagian belakang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa tragis ini mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras lokomotif jarak jauh tersebut.
Dilansir dari Megapolitan, tabrakan terjadi saat KRL relasi Bekasi-Jakarta sedang dalam posisi berhenti di stasiun karena adanya kendala operasional di jalur tersebut. Kekuatan tabrakan menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang KRL yang merupakan area khusus penumpang perempuan.
Seorang saksi mata sekaligus penumpang KRL, Munir, menjelaskan bahwa kereta yang ia tumpangi sedang berhenti sebelum akhirnya ditabrak dari arah belakang. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur gerbong penumpang.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir, penumpang KRL.
Munir menambahkan bahwa proses evakuasi penumpang di gerbong belakang sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan oleh posisi kursi dan material gerbong yang hancur sehingga menutupi akses keluar bagi para korban.
Saksi lainnya, Hendri, menuturkan bahwa KRL tersebut sudah berhenti sekitar 15 menit sebelum kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Ia menggambarkan suara tabrakan tersebut terdengar sangat mencekam di area stasiun.
"Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya," ujar Hendri, penumpang KRL.
Menurut keterangan Hendri, kepanikan luar biasa terjadi saat asap tebal mulai muncul dari titik benturan segera setelah kecelakaan berlangsung.
ÔÇ£Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,ÔÇØ kata Hendri.
Kondisi di lokasi menunjukkan kerusakan parah pada rangkaian kereta belakang yang menampung banyak penumpang perempuan saat kejadian malam itu.
ÔÇ£Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,ÔÇØ ujarnya.
Hendri segera menyelamatkan diri sesaat setelah melihat asap mulai memenuhi area peron stasiun akibat tabrakan hebat tersebut.
ÔÇ£Sekitar jam 20.00 WIB. Karena itu berasap, tabrakan kencang. Saya tinggal lari,ÔÇØ kata dia.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi jumlah korban terdampak yang harus dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat. Petugas gabungan dari pemadam kebakaran, TNI, dan Polri dilibatkan dalam proses evakuasi korban yang sempat terjepit.
ÔÇ£Penumpang KRL masih terus kami evakuasi hingga pada saat ini. 38 orang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dari stasiun ini, termasuk RSUD Bekasi, Primaya, dan juga tadi Mitra Keluarga,ÔÇØ kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Anne menyatakan bahwa pihak manajemen sangat menyesalkan kejadian ini, terutama dengan adanya korban jiwa dalam musibah di lintasan Bekasi tersebut.
"Kami juga mendapatkan informasi penumpang kami ada tiga orang yang meninggal, yang saat ini juga sedang ditangani di rumah sakit," ujar Anne.
Meskipun KRL mengalami kerusakan berat, seluruh penumpang di dalam KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dinyatakan selamat tanpa cedera.
ÔÇ£Yang bisa kami pastikan sampai sampai saat ini evakuasi terus dilakukan bekerja sama dengan TNI-Polri dan rumah sakit-rumah sakit terdekat. Dan 240 penumpang Argo Bromo Anggrek semuanya selamat,ÔÇØ ujarnya.
Pihak operasional memutuskan untuk melakukan penyesuaian jadwal perjalanan kereta jarak jauh guna mendukung kelancaran penanganan darurat di Stasiun Bekasi Timur.
ÔÇ£Kereta-kereta yang dari Jakarta, baik dari Pasar Senen dan Gambir malam ini kita setop untuk operasinya yang ke Jawa, sehingga ini akan mempercepat proses evakuasi,ÔÇØ ujar Anne.
Penyebab pasti tabrakan ini masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang guna mengetahui alasan KA jarak jauh tetap melaju saat jalur masih terisi.
ÔÇ£Mengenai kejadian ini bagaimana, itu masih pasti akan ditelusuri oleh pihak-pihak terkait,ÔÇØ kata dia.
Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf resmi atas gangguan layanan dan duka cita bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Jadi malam ini ada kejadian kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohohan maaf, bela sungkawa yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya," ungkap Franoto Wibowo, Manager Humas DAOP 1 Jakarta.