KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur Tiga Orang Tewas

KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur Tiga Orang Tewas
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur Tiga Orang Tewas.

Insiden maut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang menghantam bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa tragis ini menyebabkan kepanikan hebat bagi ratusan penumpang serta mengakibatkan kerusakan material yang signifikan pada kedua rangkaian kereta.

Dilansir dari Megapolitan, tabrakan tersebut menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang KRL hingga ringsek parah. Berdasarkan data terkini, sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 38 penumpang lainnya harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.

Munir, salah satu penumpang KRL relasi Jakarta-Cikarang, memberikan kesaksian mengenai detik-detik benturan keras tersebut saat kereta yang ditumpanginya tengah berhenti di peron stasiun. Kondisi jalur saat itu dilaporkan sedang mengalami kendala teknis sebelum akhirnya terjadi hantaman dari arah belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, Senin.

Saksi mata ini juga menyoroti kondisi gerbong khusus perempuan yang menjadi titik terparah akibat hantaman lokomotif. Para penumpang di dalamnya sempat terjebak karena akses pintu keluar tertutup oleh bangku dan badan gerbong yang hancur.

Kerasnya dentuman juga dirasakan oleh Hendri, penumpang lain yang menyamakan suara tabrakan tersebut dengan ledakan besar. Ia menyebutkan bahwa sebelum insiden terjadi pada pukul 20.30 WIB, perjalanan kereta memang sudah mengalami hambatan cukup lama di area sekitar stasiun.

"Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya," ujar Hendri, dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.

Hendri menjelaskan bahwa posisi KRL yang berhenti karena adanya kendala di jalur menjadi sasaran tabrak KA Argo Bromo Anggrek. Ia melihat asap tebal mulai membumbung sesaat setelah benturan terjadi di gerbong belakang.

ÔÇ£Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,ÔÇØ kata Hendri.

Kondisi darurat segera memicu upaya penyelamatan mandiri dari para penumpang sebelum tim evakuasi tiba di lokasi kejadian. Hendri menuturkan suasana di dalam rangkaian kereta saat itu sangat mencekam.

ÔÇ£Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,ÔÇØ ujarnya.

Upaya melarikan diri dilakukan oleh banyak penumpang untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut dari asap yang muncul. Hendri sendiri memilih segera meninggalkan lokasi demi keamanan dirinya.

ÔÇ£Sekitar jam 20.00 WIB. Karena itu berasap, tabrakan kencang. Saya tinggal lari,ÔÇØ kata dia.

Penanganan korban dilakukan secara masif oleh petugas pemadam kebakaran dan tim medis yang menyiagakan banyak ambulans di area parkir stasiun. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, merinci distribusi korban luka ke RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Mitra Keluarga.

ÔÇ£Penumpang KRL masih terus kami evakuasi hingga pada saat ini. 38 orang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dari stasiun ini, termasuk RSUD Bekasi, Primaya, dan juga tadi Mitra Keluarga,ÔÇØ kata Anne di lokasi kejadian, Senin.

Pihak manajemen juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam musibah ini. Meski demikian, seluruh penumpang di dalam KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.

"Kami juga mendapatkan informasi penumpang kami ada tiga orang yang meninggal, yang saat ini juga sedang ditangani di rumah sakit," ujar Anne.

Proses evakuasi teknis terus berjalan dengan melibatkan bantuan dari personel TNI dan Polri guna memastikan seluruh area steril. Fokus utama petugas saat ini adalah mengeluarkan penumpang yang sempat terjepit di bagian gerbong yang ringsek.

ÔÇ£Yang bisa kami pastikan sampai saat ini evakuasi terus dilakukan bekerja sama dengan TNI-Polri dan rumah sakit-rumah sakit terdekat. Dan 240 penumpang Argo Bromo Anggrek semuanya selamat,ÔÇØ ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan penyesalan atas insiden yang mengganggu layanan transportasi publik tersebut. Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendampingi para keluarga korban.

"Jadi malam ini ada kejadian kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohohan maaf, bela sungkawa yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya," ungkap Franoto Wibowo dalam tayang Breaking News Kompas TV, Senin.

Dampak dari kecelakaan ini, PT KAI mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara seluruh operasional kereta jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir menuju Jawa. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang penuh bagi proses sterilisasi jalur dan evakuasi korban.

ÔÇ£Kereta-kereta yang dari Jakarta, baik dari Pasar Senen dan Gambir malam ini kita setop untuk operasinya yang ke Jawa, sehingga ini akan mempercepat proses evakuasi,ÔÇØ ujar Anne.

Hingga saat ini, penyelidikan mengenai penyebab pasti tabrakan masih dilakukan oleh pihak berwenang. KAI menegaskan bahwa prioritas utama saat ini tetap pada keselamatan jiwa seluruh penumpang yang terdampak insiden.

ÔÇ£Mengenai kejadian ini bagaimana, itu masih pasti akan ditelusuri oleh pihak-pihak terkait,ÔÇØ kata dia.

Artikel terkait

Rekomendasi