Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.52 WIB. Peristiwa yang dilansir dari Suara ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 79 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Data sementara hingga Selasa pukul 02.00 WIB menunjukkan seluruh korban tewas dan luka berasal dari penumpang KRL, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat. Insiden tabrakan adu banteng tersebut terjadi tepat di KM 28+920 dan memicu penutupan layanan stasiun secara total.
Imbas kecelakaan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan untuk menonaktifkan sementara operasional di Stasiun Bekasi Timur. Penumpang yang biasanya mengakses layanan di lokasi tersebut kini dialihkan ke Stasiun Bekasi guna menjamin kelancaran mobilitas selama masa penanganan darurat berlangsung.
Pihak manajemen menekankan bahwa langkah evakuasi dan pemulihan jalur menjadi prioritas utama saat ini di lokasi kejadian.
"Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi," ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Anne menambahkan bahwa penyesuaian jadwal masih dilakukan pada lintas Bekasi selama proses sterilisasi jalur belum tuntas dilakukan oleh tim teknis di lapangan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memberikan rincian mengenai kondisi para korban yang telah dievakuasi dari tempat kejadian perkara menuju fasilitas kesehatan terdekat.
"Saat ini korban meninggal dunia tercatat 4 orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Seluruh korban luka saat ini sudah berada di sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis intensif, sementara pihak kepolisian dan KNKT tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.