KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur Tujuh Orang Tewas

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur Tujuh Orang Tewas
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur Tujuh Orang Tewas.

Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka setelah kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut ini dipicu oleh kecelakaan awal yang melibatkan kendaraan darat di perlintasan kereta sebelum tabrakan antarkereta terjadi.

Data terbaru mengenai jumlah korban disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin di lokasi kejadian. Dilansir dari Nasional, proses evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas guna memastikan penanganan dilakukan secara hati-hati.

"I meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu tujuh orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Bobby menjelaskan bahwa operasional KRL Commuter Line mengalami penyesuaian sementara akibat proses sterilisasi jalur di titik tabrakan. Saat ini, perjalanan kereta dari arah Jakarta hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi guna mendukung kelancaran evakuasi di Stasiun Bekasi Timur.

"Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi," jelas Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty memberikan respons tegas atas tragedi tersebut dan menyatakan duka cita mendalam bagi para korban. Penegasan diberikan bahwa insiden ini merupakan kejadian luar biasa yang memerlukan investigasi menyeluruh dari berbagai pihak terkait.

"Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,ÔÇØ kata Saadiah Uluputty, Anggota Komisi V DPR.

Legislator tersebut mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Penuntutan tanggung jawab dianggap perlu mengingat dampak fatal yang ditimbulkan bagi nyawa penumpang.

"Kami mendesak dilakukan investigasi mendalam atas kejadian ini agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Saadiah Uluputty, Anggota Komisi V DPR.

Saadiah juga mengingatkan bahwa aspek keselamatan dalam moda transportasi publik bersifat mutlak. Ia menekankan agar standar keamanan perkeretaapian dievaluasi total demi mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

"Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depan. Kecelakaan seperti ini sangat fatal dan sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang," ujar Saadiah Uluputty, Anggota Komisi V DPR.

Kronologi kejadian bermula saat sebuah taksi berwarna hijau tertabrak KRL di pelintasan kereta api. Setelah evakuasi taksi selesai, KRL tujuan Jakarta-Cikarang yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur tiba-tiba ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya dari arah belakang.

Artikel terkait

Rekomendasi