KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur

KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur.

Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong penumpang khusus perempuan dan memicu proses evakuasi besar-besaran terhadap penumpang yang terjebak.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, tim gabungan dari PT KAI, pemadam kebakaran, Basarnas, hingga tenaga medis dikerahkan ke lokasi untuk menyelamatkan korban. Petugas di lapangan harus menggunakan peralatan khusus guna memotong atau membuka akses menuju interior gerbong KRL yang ringsek akibat benturan keras dengan kereta jarak jauh tersebut.

Kecelakaan ini terjadi tepat di KM 28+920 yang melibatkan KRL nomor PLB 5568A jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi. Sejumlah ambulans disiagakan untuk membawa korban luka ke rumah sakit terdekat, sementara penumpang yang selamat dievakuasi ke area peron stasiun dalam kondisi syok.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat langsung dilakukan di lokasi kejadian segera setelah tabrakan terjadi. Pihak otoritas juga mengambil langkah cepat untuk menghentikan operasional sementara di jalur tersebut demi keamanan petugas evakuasi.

ÔÇ£Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian," ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai dampak dari insiden ini, PT KAI memutuskan untuk memutus aliran listrik pada jalur terdampak. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan tim medis dan petugas evakuasi yang sedang bekerja di sekitar rangkaian kereta yang mengalami kerusakan.

"Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas CibitungÔÇôBekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan," lanjut Franoto.

Terkait penyebab pasti tabrakan antara kereta jarak jauh dan komuter tersebut, manajemen KAI menyatakan bahwa investigasi mendalam masih dilakukan. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan proses penyelidikan di lapangan.

"KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tambah Franoto.

Hingga Senin tengah malam, petugas medis masih memberikan penanganan awal bagi penumpang yang mengalami luka ringan hingga sedang di area stasiun. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah total korban jiwa maupun luka berat akibat insiden di lintasan Bekasi-Cibitung tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi