Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengadakan pertemuan khusus dengan para tokoh pelaku sejarah perundingan damai Malino untuk wilayah Poso dan Maluku.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengklarifikasi polemik yang muncul akibat potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM). Video tersebut sebelumnya sempat berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.
Dilansir dari Kompas, Jusuf Kalla memberikan penjelasan bahwa isi ceramah di UGM tersebut sebenarnya memaparkan mengenai proses terciptanya perdamaian, baik di tingkat dunia maupun nasional.
Tokoh yang akrab disapa JK ini mengungkapkan harapannya agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh narasi fitnah. Ia menegaskan bahwa tudingan yang diarahkan kepadanya merupakan bentuk upaya adu domba yang perlu diwaspadai.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh yang terlibat dalam perundingan damai Malino untuk Poso dan Ambon memberikan dukungan penuh kepada Jusuf Kalla. Mereka menyepakati bahwa setiap tudingan miring harus dihadapi dengan pemaparan fakta serta kebenaran sejarah.
Para pelaku sejarah ini juga menyampaikan penilaian mereka terhadap isi ceramah JK di UGM. Menurut mereka, narasi yang disampaikan dalam forum akademis tersebut sama sekali tidak mengandung unsur penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan.
Pertemuan ini menjadi momentum bagi para penggerak perdamaian di Indonesia Timur untuk mempertegas posisi mereka dalam menjaga stabilitas sosial. Fokus utama mereka adalah memastikan bahwa sejarah perdamaian di Poso dan Maluku tetap terjaga dari distorsi informasi.