Empat jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci pada Jumat, 8 Mei 2026, yang menambah total akumulasi kematian menjadi 20 orang. Data terbaru mengenai kondisi jemaah ini dirilis secara resmi oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui pembaruan data harian.
Kematian para jemaah tersebut dikonfirmasi oleh otoritas terkait setelah dilakukan pendataan di Arab Saudi. Dilansir dari Nasional, jumlah korban jiwa ini merupakan hasil rekapitulasi terkini dari berbagai embarkasi di tanah air.
"Terhitung pada Jumat 8 Mei 2026 terdapat 4 jemaah wafat di Arab Saudi. Dengan demikian jumlah jemaah wafat di Arab Saudi Hingga saat ini sebanyak 20 orang," kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenhaj, Sabtu (9/5/2026).
Identitas empat jemaah yang baru saja dinyatakan wafat tersebut meliputi Ngadikin Hadjoyono dari Kulon Progo dan Sibiatun Saji asal Lamongan. Selain itu, terdapat pula Munisah ijil Muhammad dari Lombok Tengah serta Siti Toto Umar yang berasal dari Kota Ternate.
"Penyebab wafat yang paling banyak tercatat hingga saat ini adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru," ujarnya.
Kemenhaj juga mencatat adanya satu insiden kematian jemaah dari Kloter SOC 46 asal Kabupaten Blora yang terjadi sebelum mencapai Arab Saudi. Jemaah tersebut terpaksa diturunkan di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, karena mengalami perburukan kondisi kesehatan saat penerbangan dari Solo.
"Namun, jemaah tidak tertolong, jenazah telah dilakukan pengurusan dan dipulangkan ke Solo oleh pihak maskapai," ucap dia.