Sebanyak 74.652 jemaah haji asal Indonesia yang terbagi dalam 192 kelompok terbang telah diberangkatkan menuju Arab Saudi hingga Sabtu (2/5/2026). Proses operasional pada hari ke-13 yang jatuh pada Minggu (3/5/2026) tersebut dilaporkan berjalan lancar dan tertib, dilansir dari Detikcom.
Data dari Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan bahwa dari total keberangkatan tersebut, sebanyak 184 kloter yang terdiri dari 71.362 jemaah dan 733 petugas sudah mencapai Madinah. Pergerakan menuju Makkah juga terus dilakukan secara bertahap demi mempersiapkan puncak ibadah haji.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 14.503 jemaah dan 148 petugas dari 36 kloter telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Selain jemaah reguler, rombongan perdana haji khusus berjumlah 40 orang juga telah mendarat di Madinah menggunakan maskapai Etihad Airways.
"Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan," ujar Maria Assegaff, Jubir Kemenhaj.
Pihak kementerian menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan di setiap titik perpindahan kota untuk menjaga kondisi fisik jemaah sebelum menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Terkait aspek kesehatan, petugas medis telah memberikan layanan rawat jalan kepada 6.823 jemaah.
Laporan medis mencatat 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 orang harus dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi. Saat ini, terdapat 59 jemaah yang masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.
Dalam konferensi pers tersebut, Kemenhaj juga mengonfirmasi adanya tujuh jemaah yang dinyatakan wafat akibat penyakit jantung dan radang paru-paru. Pemerintah memastikan hak ibadah para jemaah tersebut akan tetap terpenuhi melalui program khusus.
"Kita doakan semoga husnul khotimah dan juga keluarga diberikan ketabahan," lanjut Maria.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji memberikan kepastian bahwa seluruh jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci akan dibadalhajikan. Pemantauan kesehatan saat ini tetap dilakukan secara berkala mulai dari tingkat kelompok terbang hingga fasilitas rujukan rumah sakit.