Aktor senior Hollywood Jon Voight mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas insentif pajak federal bagi industri film dan televisi di negara tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih pada 11 Februari 2026 itu sebelumnya tidak dipublikasikan ke publik. Informasi mengenai diskusi ini baru diungkap oleh perwakilan Jon Voight, dikutip dari Sosok melalui laporan Reuters.
Donald Trump sendiri telah menunjuk Jon Voight sebagai salah satu duta khusus Hollywood pada Januari 2025. Selain Voight, aktor besar lain seperti Sylvester Stallone dan Mel Gibson juga dipercaya untuk menjalankan peran serupa.
Upaya yang dilakukan Jon Voight ini menjadi bagian dari gerakan besar industri hiburan Amerika Serikat. Langkah tersebut bertujuan untuk menahan arus perpindahan produksi film dan serial televisi ke luar negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak rumah produksi yang memilih negara lain sebagai lokasi syuting. Negara-negara tersebut dinilai menawarkan insentif pajak yang lebih besar serta biaya produksi yang jauh lebih murah.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintahan Trump kini sedang mengeksplorasi berbagai opsi kebijakan. Langkah ini diambil agar Hollywood tetap menjadi kekuatan budaya utama bagi Amerika Serikat.
Dalam pembahasan tersebut, Jon Voight bekerja bersama sejumlah organisasi besar industri hiburan Amerika. Beberapa di antaranya meliputi Motion Picture Association, serikat sutradara, hingga serikat pekerja aktor dan penulis.
CEO SP Media Group Steven Paul bersama Presiden SP Media Scott Karol turut mengusulkan kredit pajak federal sebesar 20%. Insentif ini ditujukan untuk biaya tenaga kerja produksi film dan televisi yang dibuat di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, tambahan insentif sebesar 5% juga diusulkan untuk film independen. Tambahan ini juga berlaku bagi produksi yang dilakukan di wilayah bencana atau kawasan ekonomi tertentu.
Tujuan utama dari proposal ini adalah membuat biaya produksi di Amerika Serikat menjadi lebih kompetitif. Hal ini penting untuk menandingi negara lain yang selama ini agresif menawarkan potongan pajak serta fasilitas produksi modern.
Penurunan Aktivitas Produksi Film Hollywood
Berdasarkan data dari perusahaan riset ProdPro, aktivitas produksi film dan televisi di Amerika Serikat mengalami penurunan sekitar 10% pada kuartal pertama 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Amerika Serikat kini tercatat hanya menyumbang sekitar 38% dari total produksi global. Sementara itu, Inggris dan Kanada secara gabungan sudah mendekati sepertiga dari pangsa pasar produksi dunia.
Sebelumnya pada September 2025, Donald Trump sempat melontarkan ide untuk menerapkan tarif sebesar 100% bagi film yang dibuat di luar negeri. Gagasan ini muncul sebagai upaya untuk mengembalikan aktivitas produksi ke Amerika Serikat.
Namun, para pelaku industri menilai bahwa pemberian insentif pajak akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan kebijakan penerapan tarif tersebut.
Pemerintah negara bagian California bahkan telah meningkatkan anggaran insentif pajak film menjadi US$750 juta per tahun pada Juni 2025.
Hasil awal dari kebijakan tersebut mulai terlihat. Data dari FilmLA menunjukkan bahwa jumlah hari syuting di Los Angeles mengalami kenaikan hampir 11% pada kuartal pertama tahun ini.
Profil Singkat Jon Voight
Jon Voight merupakan salah satu aktor senior yang memiliki pengaruh besar di industri perfilman Amerika Serikat. Namanya mulai dikenal luas secara global setelah membintangi film legendaris Midnight Cowboy pada tahun 1969.
Perannya dalam film tersebut membuat Voight berhasil mendapatkan nominasi Academy Awards. Momen itu sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor papan atas Hollywood pada era 1970-an.
Sepanjang karier panjangnya, Jon Voight telah membintangi berbagai film terkenal seperti Coming Home, Heat, hingga Mission: Impossible. Ia juga berhasil memenangkan Piala Oscar untuk kategori Aktor Terbaik lewat penampilannya dalam film Coming Home.
Selain aktif sebagai aktor, Voight juga dikenal vokal dalam mengawal isu politik dan perkembangan industri hiburan Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjadi salah satu pendukung Donald Trump yang paling terang-terangan di kalangan selebritas Hollywood.