Jessica Iskandar Jalani Perawatan Akibat Gejala Hepatitis A

Jessica Iskandar Jalani Perawatan Akibat Gejala Hepatitis A
Foto: Ilustrasi Jessica Iskandar Jalani Perawatan Akibat Gejala Hepatitis A.

Aktris Jessica Iskandar didiagnosis mengidap gejala Hepatitis A setelah kondisi kesehatannya menurun drastis hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Informasi ini disampaikan langsung oleh istri Vincent Verhaag tersebut saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 18 April 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Kesehatan ibu tiga anak ini memburuk karena mengalami demam tinggi mencapai 39,3 derajat Celsius secara fluktuatif selama beberapa hari. Jessica menjelaskan bahwa proses pemulihannya sempat terkendala oleh kondisi tubuh yang tidak stabil meskipun telah mengonsumsi obat penurun panas.

"Hepatitis A iya. Jadi itu kemarin kira-kira berapa ya, mungkin nggak nyampe 2 bulan yang lalu itu aku demam tinggi sampai 39,3 tiap malam. Terus nanti dia demamnya naik turun. Kalau minum obat turun, naik turun, naik. Sama itu sampai demamnya 3 hari," kata Jessica Iskandar, Artis.

Penegakan diagnosis penyakit ini memerlukan waktu karena hasil tes darah awal dinilai tim medis belum memberikan indikasi yang kuat. Aktris yang akrab disapa Jedar tersebut harus kembali menjalani prosedur pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari gangguan kesehatannya.

"Akhirnya tes darah lagi, masuk rumah sakit lagi, akhirnya disimpulkanlah sama dokter 'Oh ini berarti gejala Hepatitis A' gitu. Karena sebenarnya hasilnya nggak signifikan tapi cuma slightly saja gitu. Jadi masih gejala," tutur Jessica Iskandar.

Selama masa inkubasi dan perawatan, Jessica mengaku merasakan dampak fisik yang cukup berat sehingga mengganggu rutinitas kesehariannya. Ia menggambarkan kondisi tubuhnya yang sering kali gemetar dan merasa kedinginan secara tiba-tiba akibat infeksi virus tersebut.

"Gejala Hepatitis A-nya bikin aku lemas, bikin aku panas demam naik turun terus sama badan aku meriang gitu kayak gemetar-gemetar gitu. Tapi ya sudah dokter sih bilang ini sebenarnya nggak ada obat khusus cuma butuh istirahat saja," terang Jessica Iskandar.

Berdasarkan evaluasi medis dan dugaan pribadinya, penyakit tersebut kemungkinan besar bersumber dari faktor kebersihan asupan makanan yang dikonsumsinya. Saat ini, ia mulai menerapkan protokol kebersihan yang lebih ketat di lingkungan tempat tinggalnya guna mencegah penularan atau infeksi berulang.

"Iya pastinya lebih hati-hati lagi dalam memilah-milih makanan. Terus juga di rumah pastiin setiap yang bikin makanan, potong buah, bikin jus itu harus cuci tangan atau kalau lebih baik lagi pakai sarung tangan plastik supaya lebih higienis," ujar Jessica Iskandar.

Faktor imunitas yang melemah akibat kurangnya waktu istirahat juga dinilai menjadi penyebab tubuhnya rentan terserang penyakit. Jessica mengungkapkan bahwa pola tidurnya tidak pernah maksimal selama belasan bulan terakhir lantaran masih harus menyusui putri bungsunya di malam hari.

"Iya gak boleh capek-capek. Soalnya kan sebenarnya mungkin karena imun sistem aku lagi lemah juga kan. Kan 16 bulan belakangan ini tidur aku gak pernah full karena kan harus menyusui, harus kasih ASI jadi emang tidur kurang. Jadi mungkin gampang sakit terus kurang menjaga juga," pungkas Jessica Iskandar.

Artikel terkait

Rekomendasi