Sekitar 5.000 jemaat memadati kawasan Taman Fatahillah, Jakarta Barat, untuk mengikuti perayaan Paskah bertema \u201cKristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita\u201d pada Sabtu (18/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga di tengah keberagaman.
Kehadiran massa dalam kegiatan keagamaan tersebut mencakup berbagai elemen, mulai dari perwakilan tujuh aras gereja hingga aparatur sipil negara di lingkungan BUMD. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, acara ini menjadi simbol inklusivitas ruang publik di ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa peserta perayaan terdiri dari unsur pemuda gereja serta tamu undangan lainnya. Ia menekankan pentingnya menyediakan fasilitas publik yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
\u201cSemangat pembaruan ini insyaallah dihadiri 5000 jemaat yang terdiri dari pemuda pemudi gereja di keuskupan agung Jakarta, tujuh Ares gereja, ASN kemudian pegawai BUMD dns beberapa tamu undangan,\u201d kata Rano Karno.
Pemerintah daerah saat ini berfokus pada penyediaan taman kota dan transportasi umum sebagai sarana interaksi lintas budaya. Selain itu, Rano menyoroti indeks keamanan Jakarta yang menunjukkan tren positif di tingkat regional.
\u201cJakarta sebagai kota yg teraman nomor 2 di ASEAN dengan angka 0,72 versi global resident index 2026 dipandang hasil kerja kolektif pemerintah dan masyarakat termasuk masyarakat yang mengadakan paskah ini,\u201d ujar Rano Karno.
Dalam pidatonya, ia meminta seluruh penduduk untuk terus memupuk nilai-nilai kebersamaan melalui program Jaga Jakarta. Hal ini dianggap krusial untuk mempertahankan keharmonisan kota yang heterogen.
\u201cKami mengajak seluruh masyarakat untuk masyarakat Jakarta merawat nilai kebersamaan, persaudaraan dan toleransi melalui semangat jaga Jakarta,\u201d kata Rano Karno.
Pada kesempatan yang sama, pimpinan gereja memberikan pandangan mengenai kondisi sosial bangsa saat ini. Pendeta Ferry Simanjuntak menyatakan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam memelihara kerukunan nasional di masa depan.
\u201cUntuk itu kita para pimpinan-pimpinan Gereja diminta untuk ikut ambil bagian di dalam merawat kerukunan, toleransi antarumat beragama sehingga ke depan bangsa ini boleh semakin kuat dalam kebinekaan,\u201d ujar Ferry Simanjuntak.
Selain masalah kerukunan, Pendeta Ferry juga menaruh perhatian pada dampak negatif perkembangan teknologi komunikasi. Ia mengimbau umat Kristiani agar lebih selektif dan berhati-hati dalam mengonsumsi informasi di ruang digital.
\u201cMudahnya orang menyebarkan berita-berita hoaks dan sebagainya. Untuk itu pimpinan-pimpinan Gereja juga diminta mengingatkan umatnya, jangan sampai kita gampang menyebarkan berita-berita hoaks,\u201d kata Ferry Simanjuntak.