Jemaah Haji Asal Wonosobo Melunasi Biaya dari Dagang Daun Pisang

Jemaah Haji Asal Wonosobo Melunasi Biaya dari Dagang Daun Pisang
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Asal Wonosobo Melunasi Biaya dari Dagang Daun Pisang.

Seorang nenek berusia 65 tahun bernama Painah, yang berprofesi sebagai buruh pemetik daun pisang asal Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil tiba di paviliun ruang tunggu haji Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (17/5/2026) untuk menunaikan ibadah haji.

Keberangkatan ibadah haji tersebut dapat terwujud berkat ketekunannya mengumpulkan uang receh hasil berdagang daun pisang, seperti dilansir dari Cahaya. Warga asal Jawa Tengah ini telah mendaftar haji sejak tahun 2012 setelah menyisihkan penghasilannya yang tidak menentu.

Rasa haru tidak bisa disembunyikan oleh Painah saat dirinya berhasil menginjakkan kaki di tanah suci setelah belasan tahun mengantre.

"Remen sanget (bahagia sekali), bisa sampai ke Tanah Suci, sudah menunggu 14 tahun" kata Painah haru.

Pekerjaan sebagai buruh pemetik daun pisang dari kebun sendiri ini telah ditekuni Painah selama 40 tahun untuk menyambung hidup. Setiap satu kilogram daun pisang yang dijualnya di Pasar Pagi Wonosobo dihargai sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

"Saya itu buruh, buruh metik daun pisang, sudah 40 tahun (menggeluti pekerjaan itu)," kata dia.

Pendapatan harian Painah berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000, namun bisa mencapai Rp 200.000 saat dagangannya laris terjual. Dalam perjalanan ke Arab Saudi ini, Painah didampingi oleh putranya, Sabar Munasir yang berusia 33 tahun.

Sabar Munasir ikut serta dalam rombongan haji guna menggantikan posisi ayahnya yang secara medis dinyatakan tidak istitaah.

"Bayarnya pakai uang receh," katanya.

Proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tersebut dikonfirmasi oleh Sabar yang menyaksikan langsung ibunya membayar menggunakan pecahan uang hasil jualan.

Artikel terkait

Rekomendasi