Gelombang pertama jemaah haji dari berbagai negara mulai mendarat di Arab Saudi melalui program Makkah Route Initiative pada Sabtu untuk memulai rangkaian ibadah haji tahun ini. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, kedatangan perdana tersebut ditandai dengan mendaratnya pesawat asal Pakistan di Prince Mohammed bin Abdulaziz International Airport.
Penerbangan pembuka dari Jinnah International Airport tersebut mengangkut 160 jemaah haji yang dilepas langsung oleh otoritas pemerintah Sindh. Berdasarkan data operasional, Arab Saudi telah menetapkan kuota haji untuk Pakistan tahun ini mencapai total 179.210 orang.
Distribusi jemaah Pakistan terbagi atas 118.000 orang yang mengikuti skema pemerintah, sementara sisanya menggunakan jasa operator swasta. Pada hari yang sama, rombongan asal Bangladesh juga dilaporkan tiba melalui King Abdulaziz International Airport setelah berangkat dari Hazrat Shahjalal International Airport.
Selain Pakistan dan Bangladesh, jemaah asal Malaysia yang berangkat melalui Kuala Lumpur International Airport telah sampai di Madinah. Hal serupa terjadi pada penerbangan perdana dari Turkiye yang bertolak melalui Ankara Esenboga Airport.
Program Makkah Route yang memasuki tahun kedelapan ini mengalami perluasan layanan di 17 titik keberangkatan pada 10 negara. Penambahan jangkauan baru mencakup negara Brunei Darussalam dan Senegal sebagai bagian dari realisasi besar Saudi Vision 2030.
Inisiatif ini memindahkan seluruh proses keimigrasian, mulai dari penerbitan visa hingga verifikasi kesehatan, ke bandara keberangkatan masing-masing negara. Sistem tersebut memungkinkan jemaah langsung menuju bus setibanya di Arab Saudi tanpa perlu mengantre lama untuk pemeriksaan paspor atau bagasi.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi telah memberikan penegasan mengenai kesiapan penuh seluruh pintu masuk udara, darat, maupun laut dengan dukungan teknologi canggih. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, layanan ini tercatat telah memfasilitasi lebih dari 1,25 juta jemaah haji di seluruh dunia.