Jemaah calon haji asal embarkasi Surabaya menerapkan berbagai metode kreatif dengan memasang hiasan mencolok pada koper mereka guna menghindari risiko tertukar saat proses pemberangkatan. Langkah ini diambil karena seluruh koper dan tas selempang jemaah memiliki bentuk serta warna yang serupa.
Penggunaan pernak-pernik warna-warni tersebut bertujuan agar barang bawaan lebih mudah dikenali di tengah ribuan koper lainnya. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, para jemaah menambahkan beragam ornamen mulai dari boneka, pita, foto diri, hingga gantungan kunci yang khas pada bagian luar koper.
Kesulitan dalam mengenali barang bawaan sering dialami oleh para jemaah meskipun setiap koper sebenarnya sudah dilengkapi dengan identitas resmi. Keseragaman ukuran dan desain tas menjadi alasan utama jemaah merasa perlu memberikan tanda tambahan yang lebih personal dan kontras secara visual.
Terkait fenomena ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Surabaya menyatakan tidak memberlakukan regulasi khusus mengenai modifikasi penanda tersebut. Otoritas setempat membolehkan jemaah berkreasi selama hiasan tidak mengganggu fungsi koper atau melanggar aturan keamanan penerbangan.