Jemaah Haji Sumenep Alami Gangguan Kesehatan di Pesawat Menuju Jeddah

Jemaah Haji Sumenep Alami Gangguan Kesehatan di Pesawat Menuju Jeddah
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Sumenep Alami Gangguan Kesehatan di Pesawat Menuju Jeddah.

Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Wardani (50), mendapatkan tindakan medis darurat berupa pemasangan infus di dalam pesawat saat menempuh perjalanan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (14/5/2026). Anggota Kloter 77 tersebut dilaporkan mengalami kondisi fisik lemas dan pusing mendadak sebelum mendarat.

Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) 77, Nurun Naem, menjelaskan bahwa penurunan kondisi kesehatan Wardani terjadi sekitar 30 menit sebelum pesawat tiba di tujuan. Dilansir dari Cahaya, jemaah tersebut sempat kehilangan kesadaran setelah menggunakan fasilitas toilet pesawat.

"Sebelumnya ingin ke kamar mandi. Setelah di kamar mandi, mendadak pusing dan lemas," kata Naem kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).

Pihak keluarga segera melapor kepada petugas kesehatan penerbangan setelah membawa Wardani keluar dari kamar mandi. Berdasarkan pemeriksaan medis di lokasi, tekanan darah jemaah tercatat berada pada angka 80 per palpasi, jauh di bawah standar normal 120 per palpasi.

"Tekanan darahnya 80 per palpasi. Padahal normalnya kan 120 per palpasi," tambah Naem.

Kondisi fisik jemaah terlihat sangat mengkhawatirkan dengan wajah yang pucat. Selain tekanan darah yang rendah, tim kesehatan mencatat saturasi oksigen Wardani menyentuh angka 93 persen.

"Gula darahnya normal. Saturasi oksigen 93, itu jauh di bawah normal. Sudah pucat banget. Kami juga sempat khawatir dengan kondisi beliau," ujar Naem.

Guna menstabilkan kondisi pasien, petugas medis segera melakukan prosedur pemberian cairan tambahan secara cepat. Langkah ini diambil untuk mengatasi gejala syok atau kelemahan fisik yang dialami oleh jemaah tersebut.

"Kami lakukan tindakan dengan kami berikan cairan infus cepat, grojok, 500 ml," ujar Naem.

Selain masalah tekanan darah, jemaah juga mengalami gangguan pencernaan selama di udara. Tim medis memberikan intervensi farmakologi untuk meredakan gejala yang dirasakan pasien.

"Karena ada keluhan mual dan muntah, kami juga masukkan beberapa obat untuk antisipasi muntahnya itu," ujar Naem.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, petugas kesehatan berkoordinasi dengan awak kabin untuk memastikan penanganan lanjutan tersedia saat pesawat menyentuh landasan pacu. Hal ini dilakukan guna mempercepat evakuasi jika diperlukan.

"Sepuluh menit sebelum mendarat, kami info ke pihak pesawat agar disiagakan ambulans," tutur Naem.

Setibanya di bandara, tim darurat dari otoritas Arab Saudi langsung naik ke pesawat untuk melakukan pengecekan kesehatan lanjutan. Setelah mendapatkan perawatan intensif, kondisi kesehatan Wardani dilaporkan berangsur pulih dan diizinkan melanjutkan perjalanan ke asrama dengan bus rombongan.

Catatan medis menunjukkan bahwa jemaah bersangkutan memiliki riwayat penyakit tertentu di masa lalu. Berdasarkan data pemeriksaan kesehatan di RSI Surabaya pada Desember 2025, pasien pernah didiagnosis mengalami masalah pada kantong empedu.

"Data kami, beliau tidak ada riwayat sakit. Tapi katanya pernah ada gangguan empedu," terang Naem.

Artikel terkait

Rekomendasi