Sebanyak 157 jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dilaporkan berada dalam kondisi fisik yang sehat menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) pada Senin (25/5/2026).
Kondisi kesehatan dan kesiapan para jemaah yang tergabung dalam sektor 8 ini dikonfirmasi oleh pihak berwenang berdasarkan laporan dari Petugas Pendamping Haji Indonesia (PPHI), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) PPU, Budi Atmaja, memberikan keterangan mengenai situasi terkini para jemaah yang bersiap mengikuti seluruh rangkaian ibadah tersebut.
"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji PPU bagian dari jemaah Balikpapan sektor 8, semua sehat walafiat, sehingga melaksanakan kegiatan Armuzna," sebut Budi Atmaja, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) PPU.
Pihak PPHI beserta tim kesehatan juga telah menyusun jadwal pergerakan kegiatan dan memberikan catatan persiapan logistik serta pelindung diri untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah selama berada di lapangan.
"Seluruh jemaah selalu diingatkan untuk membawa sejumlah perlengkapan kebutuhan selama lima atau enam hari, seperti pakaian secukupnya untuk kebutuhan lima hingga enam hari, obat-obatan dan vitamin, oralit sudah dimasukkan ke dalam tiga botol minimal, alat pelindung diri seperti payung atau topi, kaca mata hitam dan lainnya," urai Budi Atmaja, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) PPU.
Rangkaian aktivitas ibadah yang akan dilakukan meliputi ihram, bertalbiyah, shalat wajib qashar tanpa jamak pada hari tarwiyah, hingga mendengarkan khutbah Arafah.
"Mereka juga melaksanakan rangkaian ibadah lainnya, tentu selalu didampingi oleh PPHI dan tim kesehatan," tegas Budi Atmaja, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) PPU.
Selain pendampingan ibadah, PPHI turut melakukan sosialisasi mengenai konsumsi makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE) untuk jemaah sektor 8 Makkah menjelang dan sesudah masa Armuzna.
Total jemaah asal PPU awalnya mencapai 157 orang setelah mendapat tambahan empat jemaah cadangan yang naik status, dan tersebar di lima kelompok terbang berbeda.
"Meskipun berjumlah total 157 orang yang berangkat, namun saat pulang jumlah menjadi 156, atau berkurang satu jemaah karena wafat saat berada di Mekah atas nama Haru Rusdi Noto Siswoyo berusia 71 tahun, tergabung dalam kloter 8 asal Kecamatan Sepaku, dan jasadnya telah dimakamkan di Mekah," pungkas Budi Atmaja, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) PPU.