Berbagai tanda unik menghiasi koper jemaah calon haji saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin sore, 20 April 2026. Langkah ini diambil secara sengaja oleh para jemaah untuk mempercepat proses pengenalan koper pribadi di antara ribuan barang bawaan lainnya.
Dilansir dari Kompas, penanda yang digunakan sangat beragam dan mencolok mata, seperti sandal anak, kaos kaki, hingga bola tenis yang diikatkan pada bagian pegangan koper. Beberapa jemaah juga menambahkan rumbai-rumbai dari tali rafia dan kain warna-warni agar koper mudah dikenali dari jarak jauh.
Kreativitas ini menjadi pemandangan yang tidak biasa di lingkungan asrama haji. Pihak penyelenggara mencatat bahwa hampir setiap koper memiliki ciri khas tersendiri yang dipasang oleh pemiliknya sebelum memasuki asrama di Kecamatan Ngemplak tersebut.
Wakil Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Jafar Saputra, memberikan penjelasan terkait fenomena barang-barang penanda tersebut yang merupakan inisiatif mandiri dari setiap jemaah. Meski terlihat tidak lazim, pihak otoritas pelaksana haji memberikan kelonggaran bagi para jemaah untuk berkreasi.
Pihak PPIH Embarkasi Solo sendiri menyatakan tidak melarang penggunaan identitas tambahan tersebut. Syarat utamanya adalah barang yang ditempelkan harus bersifat aman dan tidak termasuk dalam kategori benda berbahaya yang dapat mengganggu proses penerbangan.
Selain tanda kreatif dari jemaah, petugas PPIH Embarkasi Solo sebenarnya tetap memberikan label resmi pada setiap barang bawaan calon haji. Penggunaan aksesoris tambahan ini murni berfungsi sebagai pendukung visual bagi pemilik koper agar tidak tertukar selama proses mobilisasi ibadah haji tahun ini.