Jemaah Haji Gelombang II Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi

Jemaah Haji Gelombang II Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Gelombang II Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi.

Jemaah haji Indonesia gelombang II yang dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah diminta untuk mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi masing-masing pada Rabu (6/5/2026). Kebijakan ini diterapkan guna menjamin kelancaran alur kedatangan serta efisiensi waktu jemaah setibanya di Arab Saudi sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Anis Diyah Puspita, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan seperti mandi sunnah dan pemakaian kain ihram dapat diselesaikan sebelum keberangkatan. Sementara itu, pelaksanaan niat ihram dilakukan saat jemaah berada di Bandara Jeddah.

"Niatnya nanti di Jeddah karena Jeddah itu satu arah dengan Yalamlam," kata Anis di Madinah, Arab Saudi, Rabu (6/5/2026).

Anis memberikan alasan teknis mengapa pengambilan niat dilakukan di darat daripada di dalam pesawat. Hal ini didasari pada pertimbangan masyaqqah atau potensi kesulitan yang mungkin dialami oleh jemaah terkait ketepatan waktu pelafalan niat saat melintasi batas miqat di udara.

"Kalau niat ihram di atas, ada kesulitan karena kecepatan pesawat luar biasa ya khawatir kita terlalu cepat atau lambat meskipun sah-sah saja tapi ini untuk kemudahan," papar dia.

Petugas di bandara nantinya akan melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan seluruh jemaah telah memenuhi syarat sah berihram. Jemaah ditegaskan tidak perlu melakukan mandi sunnah lagi di Bandara Jeddah, melainkan cukup dengan bersuci kembali atau berwudhu untuk menjaga kesucian.

"Kami dari petugas bimbingan ibadah yang bertugas di Bandara King Abdul Aziz akan memandu jemaah untuk berniat ihram," katanya.

Aturan ihram bagi pria mencakup penggunaan dua lembar kain tidak berjahit yang menutup bagian bawah dan atas, dengan posisi bahu kanan terbuka saat tawaf. Sedangkan bagi wanita, pakaian harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, serta dilarang menggunakan pakaian yang ketat atau mencolok.

Sejumlah larangan yang harus dipatuhi selama berihram meliputi larangan menutup kepala dan memakai alas kaki yang menutupi mata kaki bagi pria. Bagi wanita, larangan mencakup penggunaan cadar dan sarung tangan, sementara kedua gender dilarang menggunakan parfum, melakukan aktivitas seksual, berburu, hingga bertengkar selama menjalankan ibadah.

Artikel terkait

Rekomendasi