Jemaah Haji Muda Jakarta Berangkat ke Tanah Suci Gantikan Orang Tua

Jemaah Haji Muda Jakarta Berangkat ke Tanah Suci Gantikan Orang Tua
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Muda Jakarta Berangkat ke Tanah Suci Gantikan Orang Tua.

Sejumlah calon jemaah haji berusia muda mulai memadati Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026) untuk bersiap berangkat ke Tanah Suci. Dilansir dari Megapolitan, keberangkatan tahun ini melibatkan pemuda yang menggantikan posisi orang tua hingga mereka yang telah mengantre belasan tahun.

Rizki Rahman (17) menjadi salah satu jemaah termuda yang berangkat tahun ini setelah menerima pelimpahan porsi. Kepastian keberangkatannya didapat guna menggantikan posisi almarhum sang ayah yang semula dijadwalkan berangkat bersama ibunya.

"Awalnya orangtua saya berdua yang berangkat, cuma ayah saya meninggal, jadi saya menggantikan. Harusnya saya berangkat 2021, cuma karena belum cukup umur. Waktu itu kalau enggak salah minimal 13 tahun, jadi saya belum boleh," kata Rizki Rahman, Calon Jemaah Haji.

Remaja ini memandang kesempatan beribadah di usia belia sebagai amanah yang tidak boleh dilewatkan. Ia mengaku banyak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya sejak kabar keberangkatannya tersiar.

"Di umur saya jangan disia-siakan, karena saya tuh setiap di rumah pasti ada orang yang datang, terus bilang saya haji. Mereka pasti ingin juga," ungkap Rizki Rahman, Calon Jemaah Haji.

Selain membawa barang pribadi, Rizki membawa puluhan catatan berisi amanah doa dari kerabat dan tetangganya. Hal ini dipicu oleh pandangan orang sekitar bahwa jemaah muda memiliki stamina lebih untuk beribadah di dekat Ka'bah.

"Banyak yang nitip doa, bahkan saya sampai ada catatan doa-doa orang, kurang lebih 20 lebih," ungkap Rizki Rahman, Calon Jemaah Haji.

Kisah serupa dialami Muhammad Farhan Arya (25) yang akhirnya berangkat ke Mekkah setelah menunggu selama 13 tahun. Farhan tercatat sudah didaftarkan oleh orang tuanya sejak masih duduk di bangku sekolah pada tahun 2013 silam.

"Ini yang pertama naik haji. Alhamdulillah setelah mengantre 13 tahun dari 2013. Waktu itu saya didaftarkan orangtua saat usia 13 tahun," ujar Muhammad Farhan Arya, Calon Jemaah Haji.

Farhan menegaskan pilihannya untuk memprioritaskan ibadah haji di atas keinginan untuk melakukan perjalanan wisata ke luar negeri. Baginya, pemanggilan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini merupakan rezeki utama yang harus disyukuri.

"Alhamdulillah dapat rezekinya, kita dipanggil di umur segini. Alhamdulillah enggak apa-apa. Nanti untuk liburan selanjutnya insya Allah ada rezekinya lagi," tutur Muhammad Farhan Arya, Calon Jemaah Haji.

Selain jemaah muda, semangat ibadah juga ditunjukkan oleh Maisaroh (55) yang berangkat mendampingi ibunya, Mursinah, yang telah berusia 88 tahun. Warga Cempaka Putih ini berhasil mengumpulkan biaya haji dari hasil usahanya berdagang pakaian.

"Iya ibu sudah nunggu-nunggu. Kalau ada orang pulang haji atau umroh, ibu selalu nanya, 'Kapan saya dipanggil? Kok orang-orang udah dipanggil?' katanya. 'Jangan-jangan saya panggil Ilahi duluan,' kata ibu begitu," ucap Maisaroh, Calon Jemaah Haji.

Pendaftaran Mursinah dilakukan pada tahun 2020 ketika kondisi ekonomi usaha Maisaroh sedang membaik. Kini, pasangan ibu dan anak tersebut telah siap diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede.

Artikel terkait

Rekomendasi