Jemaah Haji Indonesia Kloter 1 Tiba di Madinah Gunakan Fast Track

Jemaah Haji Indonesia Kloter 1 Tiba di Madinah Gunakan Fast Track
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia Kloter 1 Tiba di Madinah Gunakan Fast Track.

Sebanyak 360 jemaah haji asal Indonesia yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta mendarat di Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Rabu (22/4/2026). Kedatangan ini menandai dimulainya fase pemberangkatan gelombang pertama yang dijadwalkan berlangsung hingga 6 Mei 2026.

Proses kedatangan para jemaah tersebut dilaporkan berjalan lancar dengan pemanfaatan skema Fast Track atau layanan Thariq Makkah. Dilansir dari Detikcom, percepatan layanan keimigrasian ini memungkinkan jemaah langsung menuju bus tanpa harus mengantre lama di bandara setibanya di Arab Saudi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, memberikan apresiasi terhadap efektivitas layanan tersebut saat meninjau lokasi. Ia menilai skema tersebut sangat membantu mobilisasi massa jemaah.

"Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih pada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan kita menyalurkan proses-proses keimigrasian dengan cepat melalui fast track Thariq Makkah," ujar Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Meskipun saat ini fasilitas tersebut baru mencakup sekitar setengah dari total kuota nasional, pihak otoritas Indonesia menargetkan perluasan jangkauan layanan pada masa mendatang.

"Ke depan kita berharap insya Allah semua jemaah mengalami proses-proses seperti ini," tambah Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Selain kemudahan imigrasi, Abdul Aziz memastikan dokumen fisik berupa Kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sebelum keberangkatan dari tanah air. Langkah ini diambil untuk menjamin legalitas dan kenyamanan akses jemaah saat memasuki kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Kita sudah tahu bahwa kartu nusuk jemaah sudah dibagikan di Tanah Air, sehingga memudahkan juga para jemaah melaksanakan ibadah sebagaimana yang mereka harapkan," jelas Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Mengenai akomodasi di Madinah, pemerintah telah menetapkan kebijakan satu kloter dalam satu gedung hotel. Khusus untuk rombongan awal, para jemaah menempati penginapan di posisi strategis yang terletak tepat di depan Masjid Nabawi.

"Hotel? Satu kloter satu hotel. Dua kloter awal ini dapat hotel yang terbaik di depan Haram semua, Tayibah Front dan Makarem Suite, langsung ke masjid," ungkap Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Dubes juga menekankan bahwa pengawasan pelayanan akan dilakukan secara intensif selama sembilan hari masa tinggal jemaah di Madinah sebelum mereka diberangkatkan menuju Makkah.

"Begitu mereka sampai di hotel, pelayanan akan kita berikan. Sampai mereka nanti 9 hari di sini di Madinah dan sampai insya Allah berangkat ke Makkah. Kita siapkan semua, mudah-mudahan tidak ada kendala, kita doakan semua," pungkas Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Jemaah haji gelombang pertama akan terus berdatangan hingga awal Mei, sementara pemberangkatan gelombang kedua menuju Jeddah direncanakan mulai dilakukan pada 7 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi