Sebanyak 42 orang yang tergabung dalam rombongan haji khusus perdana asal Indonesia mendarat di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, pada Sabtu (2/5/2026). Kedatangan kelompok ini menandai dimulainya fase kedatangan jemaah dengan masa tinggal yang lebih singkat di Arab Saudi sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Data dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menunjukkan rombongan tersebut terdiri atas 39 jemaah dan tiga petugas pendamping dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Patuna Travel. Kelompok ini tiba melalui terminal internasional sekitar pukul 11.00 WIB dan disambut oleh tim Daker Bandara serta tim pengawasan haji khusus.
Ahmad Saifuddin, Pembimbing ibadah haji jamaah Patuna Travel, memberikan penjelasan mengenai jadwal kegiatan para jemaah selama berada di Kota Nabi tersebut sebelum bergeser menuju Makkah.
"Alhamdulillah, Jemaah dari Patuna Travel ini adalah kelompok terawal. Selama di Madinah kami akan menjalani program Arbain kurang lebih delapan hingga 10 malam. Para Jemaah sangat antusias untuk bersilaturahmi dan berjumpa dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW di kota kelahirannya, kami sebagai pembimbing akan memberikan pendampingan agar kehadiran mereka benar-benar meresapi apa yang Nabi ajarkan dalam kehidupan," ujarnya.
Ahmad menegaskan bahwa secara teknis, urutan rukun haji bagi jemaah khusus tetap mengikuti standar yang berlaku, termasuk penerapan skema khusus saat berada di Muzdalifah.
ÔÇ£Dalam itinerary kami, saat di Muzdalifah kami akan mengambil skema murur atau melintas setelah tengah malam, baru kemudian menuju Makkah untuk tawaf ifadah, sai, dan tahalul awal. Total perjalanan rangkaian haji kurang lebih 30 hari," katanya.
Koordinator Bandara Madinah Patuna Travel, Ayman Sofyan, memaparkan bahwa jumlah jemaah yang diberangkatkan oleh pihaknya pada musim haji tahun ini mencapai lebih dari seribu orang.
ÔÇ£Kedatangan hari ini merupakan kedatangan perdana grup Patuna. Untuk Haji Khusus Patuna tahun ini kita ada di jumlah 1.100 pax, terbagi menjadi 26 bus," katanya.
Ayman juga membandingkan durasi waktu perjalanan jemaah haji khusus yang relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan paket haji reguler pada umumnya.
ÔÇ£Kegiatan mereka lebih singkat. Untuk Arbain, mereka tinggal selama 10 hari di Madinah, sementara paket lainnya tinggal empat hari. Setelah itu, bergeser ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air,ÔÇØ katanya.
Kepala PPIH Arab Saudi Daker Bandara, Abdul Basir, memastikan bahwa otoritas terkait tetap memantau pemenuhan hak-hak jemaah oleh pihak penyelenggara swasta.
ÔÇ£Kami juga tetap melakukan pengawasan layanan PIHK. Mulai dari akomodasi, katering, hingga bimbingan ibadah dan hak-hak lain yang harus diterima jemaah,ÔÇØ katanya.
Dani Pramudya, Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Dirjen Pengendalian Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenhaj, memberikan rincian mengenai durasi antrean yang harus ditempuh oleh calon jemaah haji khusus.
ÔÇ£Dari waktu antrean haji khusus ada yang lima tahun ada juga enam tahun. Terus kemudian waktu lamanya ibadah lebih singkat,ÔÇØ katanya.