Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat penambahan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga total mencapai 24 orang. Berdasarkan laporan terkini pada Senin, 11 Mei 2026, satu orang jemaah asal embarkasi Medan dilaporkan wafat pada Minggu, 10 Mei 2026.
Data terbaru mengenai situasi kesehatan dan duka di tanah suci ini disampaikan langsung oleh otoritas terkait. Dilansir dari Detikcom, penambahan angka kematian ini terjadi saat rombongan besar jemaah terus berdatangan untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, merinci identitas jemaah yang baru saja berpulang tersebut dalam sebuah siaran langsung di kanal resmi pemerintah. Penambahan ini menjadikan perhatian pada kondisi kesehatan jemaah semakin diperketat.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, pada Ahad 10 Mei 2026 terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi atas nama Qasiyani Sigito Tarmidi dari KNO-8 asal Kota Medan, Sumatera Utara," ujar Maria Assegaff, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Maria juga menegaskan total kumulatif angka kematian jemaah Indonesia yang tengah berada di Arab Saudi hingga saat ini. Beliau juga menyampaikan pesan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan di tanah air.
"Dengan demikian, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," sambung Maria Assegaff, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Selain angka kematian, pemerintah menyoroti banyaknya jemaah yang membutuhkan bantuan medis tingkat lanjut. Saat ini terdapat 67 jemaah yang sedang mendapatkan penanganan serius di berbagai fasilitas kesehatan di Arab Saudi.
"Hingga saat ini, 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Petugas Kesehatan Haji Indonesia terus melakukan pemantauan aktif dan pendampingan, baik di hotel, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan," jelas Maria Assegaff, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Otoritas haji mengimbau jemaah untuk waspada terhadap kelelahan fisik menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal pergerakan sangat ditekankan guna menjaga daya tahan tubuh jemaah.
"Kami meminta seluruh jemaah untuk mengikuti ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan jemaah adalah kunci agar seluruh layanan berjalan aman. Jangan memaksakan diri, gunakan waktu untuk menjaga stamina," tegas Maria Assegaff, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Terkait teknis pelaksanaan ibadah bagi Gelombang Kedua, jemaah yang mendarat di Jeddah diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari bandara keberangkatan di Indonesia. Hal ini dilakukan karena prosesi miqat dilakukan saat posisi pesawat berada di udara.
"Setibanya di Bandara Jeddah, jemaah akan langsung bergerak menuju Makkah untuk umrah wajib. Tidak ada banyak waktu di bandara, jadi ikuti arahan petugas dan pastikan niat ihram sesuai ketentuan," imbau Maria Assegaff, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah.