Rombongan jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai memadati Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (1/5/2026) guna menjalankan ibadah umrah wajib. Dilansir dari Cahaya, para jemaah tersebut merupakan kelompok terbang yang telah tiba di Kota Makkah secara bertahap sejak Kamis (30/4/2026).
Setibanya di lokasi tujuan, para jemaah langsung melaksanakan seluruh rangkaian rukun umrah yang diawali dengan tawaf mengelilingi Ka'bah. Jemaah yang tampak memenuhi area suci tersebut di antaranya berasal dari Embarkasi Lombok kelompok terbang (kloter) 1 dengan mengenakan pakaian ihram putih.
Setelah menyelesaikan tawaf, jemaah melanjutkan prosesi sa'i dengan berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Seluruh rangkaian ibadah tersebut kemudian ditutup secara resmi dengan prosesi tahalul atau memotong rambut sebagai tanda selesainya umrah wajib.
Petugas haji Indonesia disiagakan di berbagai titik layanan di Masjidil Haram untuk memberikan pendampingan intensif kepada jemaah, khususnya bagi kategori lansia. Selain memberikan arahan jalur, petugas juga membantu mendorong kursi roda jemaah yang memiliki keterbatasan fisik saat menjalankan rukun ibadah.
Langkah pendampingan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan layanan haji ramah lansia guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah di tengah kerumunan. Petugas terus memantau pergerakan setiap kloter yang datang dari Madinah untuk memastikan kelancaran ibadah di area Masjidil Haram.
Suhu udara di Kota Makkah dilaporkan mencapai kisaran 35 hingga 39 derajat Celsius pada siang hari selama pelaksanaan ibadah. Kondisi cuaca panas ini memicu imbauan kepada jemaah agar senantiasa menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama berada di tanah suci.
Petugas menyarankan penggunaan alat pelindung tambahan seperti topi dan payung guna meminimalisir dampak paparan sinar matahari langsung yang berlebihan. Jemaah juga diminta rutin mengonsumsi cairan dengan pola minum empat teguk setiap lima menit untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat beraktivitas.
Koordinasi mengenai waktu keberangkatan menuju Masjidil Haram juga terus diingatkan oleh petugas kepada para jemaah. Pengaturan jadwal ini bertujuan agar penumpukan massa di area ibadah dapat dihindari demi kelancaran prosesi umrah wajib bagi seluruh kloter Indonesia.