Jemaah Haji Asal Padang dan Banten Tiba di Makkah

Jemaah Haji Asal Padang dan Banten Tiba di Makkah
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Asal Padang dan Banten Tiba di Makkah.

Sebanyak 1.146 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kloter JKB 1, JKB 2, dan PDG 1 tiba di Makkah pada Jumat (1/5) malam. Para jemaah asal Banten dan Padang tersebut dijadwalkan melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram pada Sabtu (2/5/2026) pagi.

Kedatangan gelombang jemaah ini menandai dimulainya rangkaian ibadah di Tanah Suci setelah mereka beristirahat di Hotel Al Hidayah Towers Company, wilayah Aziziyah. Penyiapan proses ibadah umrah dilakukan secara bertahap guna menjaga ketertiban rombongan sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kepala Sektor 10 Daerah Kerja Makkah, Akhor Wiwit S, menjelaskan bahwa rombongan dari Padang mendapatkan giliran pertama untuk diberangkatkan menuju Masjidil Haram. Setelah prosesi umrah jemaah Padang selesai, petugas kemudian memberangkatkan jemaah asal Banten.

"Jemaah Padang sudah lebih dulu menjalani umrah wajib, sedangkan jemaah dari Banten baru saja diberangkatkan," kata Akhor, Kepala Sektor 10 Daerah Kerja Makkah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan pengawalan ketat pada setiap lini layanan guna menjamin kelancaran aktivitas jemaah. Akhor menyatakan bahwa dinamika lapangan, seperti koordinasi antarpetugas, terus dilakukan untuk memitigasi kendala teknis selama pelayanan berlangsung.

"Kalau dinamika selalu ada di setiap sektor, tetapi pada dasarnya dinamika yang ada menjadi bagian yang harus kita selesaikan," ujar Akhor.

Beberapa persoalan teknis yang muncul di lapangan mencakup barang bawaan yang tertinggal hingga penyesuaian posisi kamar bagi anggota keluarga agar tetap berdekatan. Pihak otoritas memastikan seluruh penghuni di delapan menara Hotel Al Hidayah telah mendapatkan fasilitas sesuai ketentuan.

"Intinya, apa yang sudah ditetapkan tetap dijalankan dengan penyesuaian sepanjang tidak menyalahi ketentuan yang ada," kata Akhor.

Fasilitas khusus juga disediakan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah berkebutuhan khusus selama pelaksanaan ibadah. Kelompok ini mendapatkan layanan transportasi terpisah menggunakan bus Shalawat untuk mempermudah aksesibilitas mereka menuju area Masjidil Haram.

"Umrah wajibnya juga disendirikan dengan fasilitas bus Shalawat yang bisa kami request khusus kepada penanggung jawab bus Shalawat, sehingga tidak digabung dengan jemaah lain," sebut Akhor.

Artikel terkait

Rekomendasi