Kedatangan rombongan jemaah haji asal Indonesia selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para pekerja migran di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, serta Madinah. Seperti dilansir dari Detikcom, salah satu petugas kebersihan asal Pakistan bernama Ali Hassan mengaku sangat bersyukur setiap kali pesawat dari Nusantara mendarat.
Ali Hassan kerap berinteraksi dengan para jemaah yang baru tiba untuk menukarkan lembaran uang rupiah. Uang tersebut diperoleh dari sedekah yang diberikan oleh para jemaah haji Indonesia sebagai wujud rasa syukur setelah menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Interaksi yang intens membuat Ali Hassan kini fasih melafalkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia serta menghafal nama-nama kota besar. Dirinya bahkan mengenali nama pemimpin Indonesia seperti Jokowi dan Prabowo.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku cinta Indonesia, Indonesia bagus! Insyaallah semua Indonesia, nanti kembali ke sini. Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Nusantara, Bandung, Solo, Makassar, Palembang, Sumatera, Bali, Papua," ujar Ali Hassan dengan logatnya yang khas saat diwawancarai di Bandara KAIA Jeddah, Minggu (17/5/2026).
Bagi masyarakat Indonesia, memberikan sedekah di awal perjalanan ibadah merupakan bagian dari manasik hati. Kebiasaan mulia ini didasari oleh keyakinan spiritual yang kuat bahwa berbagi tidak akan mengurangi harta, melainkan menjadi penolak bala dan pelipat ganda rezeki.
Dampak nyata dari kebiasaan ini dirasakan langsung oleh para pekerja bandara seperti Ali Hassan. Kebiasaan gemar berbagi ini juga yang menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia selama beberapa tahun berturut-turut menurut World Giving Index.
"Aku berdoa bahwa setiap hari Indonesia datang. Garuda datang, pesawat datang, Lion datang, Saudi pesawat datang. Setiap hari banyak Indonesia datang untuk umrah dan haji. Aku banyak cinta... banyak riyal, aku sangat senang. Lihatlah Indonesia! Banyak Indonesia, Alhamdulillah," ucap Ali menutup kalimatnya penuh rasa syukur.
Lembaran rupiah yang berpindah tangan di bandara Arab Saudi menjadi bukti nyata bagaimana akhlak jemaah Indonesia membekas di hati warga dunia. Hal ini sekaligus menjadi sarana syiar Islam yang ramah, santun, dan penuh kasih sayang.