Jutaan jemaah haji dari 165 negara, termasuk Indonesia, tengah merampungkan seluruh rangkaian ibadah hari tasyrik di Mina, Mekkah, Arab Saudi, pada Kamis (29/5). Rangkaian ibadah tersebut diisi dengan mengagungkan nama Allah melalui takbir, tahlil, tahmid, serta doa guna melengkapi rukun Islam kelima.
Dilansir dari Media Indonesia, kuota jemaah asal Indonesia tercatat menjadi yang paling banyak pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini. Total jemaah Indonesia mencapai 221 ribu orang, yang di dalamnya termasuk 5.426 jemaah asal embarkasi Aceh (BTJ). Angka ini melebihi jumlah jemaah domestik Arab Saudi yang berada di angka 160.646 orang.
Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah KBIHU Ibnu MasÔÇÖud Aceh, Abdullah AR menyatakan bahwa situasi Mina yang padat dan cuaca ekstrem menuntut kesabaran ekstra dari para jemaah Indonesia, khususnya yang berasal dari Aceh.
"Jemaah asal Aceh berbaur bersama umat Islam dari berbagai negara di bawah ribuan tenda putih. Mereka bertahan dalam suhu 45 hingga 49 derajat Celsius sambil memperbanyak zikir dan doa," kata Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah KBIHU Ibnu MasÔÇÖud Aceh.
Kondisi tempat yang sempit serta fasilitas yang tidak memadai menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh seluruh jemaah selama berada di Mina.
"Mina bagian dari ujian berat. Tempatnya lebih sempit dan berdesakan, fasilitasnya sangat tidak ideal. Tetapi jemaah tetap sabar menjalani semua proses ibadah," ujar Abdullah AR.
Sebagian besar jemaah yang memilih nafar awal dilaporkan sudah mulai beranjak dari Mina setelah merampungkan prosesi lontar jumrah ula, wustha, dan aqabah. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Mekkah untuk menuntaskan thawaf ifadhah dan sai.
Para jemaah juga sempat diarahkan untuk mendatangi Masjid Kheif sebelum bertolak kembali ke Mekkah. Masjid bersejarah dekat jamrah qubra tersebut dipercaya menjadi lokasi berkumpul serta salat para nabi terdahulu.
"Pendampingan dari KBIHU diharapkan memberi semangat dan kenyamanan bagi jemaah sehingga perjalanan ibadah mereka menjadi lebih bermakna," kata Abdullah AR.