Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Mulai Bergerak ke Makkah

Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Mulai Bergerak ke Makkah
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Mulai Bergerak ke Makkah.

Sebanyak 4.871 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 12 kelompok terbang gelombang pertama mulai diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah pada Kamis (30/4/2026). Pergerakan ini dilakukan secara bertahap untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib setelah sebelumnya singgah di Masjid Bir Ali.

Dilansir dari Detikcom, kelompok terbang pertama yang mengawali keberangkatan berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 01), diikuti oleh Embarkasi Jakarta (JKG 01). Persiapan teknis telah dimatangkan sejak Rabu (29/4/2026), termasuk penguatan pengamanan di titik miqat guna memastikan kelancaran proses berpakaian ihram dan niat jemaah.

Pembimbing Ibadah Sektor Bir Ali, Agususanto, menjelaskan bahwa koordinasi layanan di Bir Ali melibatkan 34 personel untuk mengawasi delapan titik pemeriksaan. Tim ini bertugas memastikan setiap jemaah sudah memenuhi syarat ihram sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

"Kita dalam 34 orang itu sudah sama-sama menyepakati ada 4 pasti yang harus dilakukan oleh sektor Bir Ali," tutur Agus, Pembimbing Ibadah Sektor Bir Ali.

Poin utama pengawasan meliputi pemastian jemaah tidak melewati miqat tanpa niat, kesiapan pakaian ihram, hingga pengecekan agar tidak ada jemaah yang tertinggal di area masjid. Petugas juga memberikan pendampingan khusus melalui edukasi singkat dan bimbingan salat sunnah ihram di lokasi.

Bagi jemaah dengan keterbatasan fisik, otoritas penyelenggara memberikan kebijakan khusus agar mereka tidak perlu turun dari kendaraan. Hal ini mempertimbangkan kondisi fisik jemaah dan efisiensi waktu di lokasi miqat yang cukup luas.

"Namun, pada orang-orang atau mereka jemaah-jemaah lansia dan disabilitas, kita mengupayakan agar mereka tetap di bis saja, karena waktu yang begitu singkat, kemudian lokasi yang begitu luas, dan jarak daripada parkiran bis menuju tempat sholat itu begitu jauh," ungkap Agus, Pembimbing Ibadah Sektor Bir Ali.

Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya mematuhi larangan selama dalam keadaan ihram untuk menghindari denda. Beberapa larangan bagi jemaah pria antara lain tidak mengenakan pakaian berjahit dan penutup kepala, sementara jemaah wanita dilarang menutup wajah kecuali dalam kondisi darurat.

"Apabila mereka melanggar hal ini, maka konsekuensinya bisa sampai terkena dam (denda)," ungkap Agus, Pembimbing Ibadah Sektor Bir Ali.

Setelah menyelesaikan prosesi di Bir Ali, seluruh rombongan bus akan dikawal menuju hotel di Makkah untuk proses lapor diri dan istirahat sejenak. Jemaah kemudian dijadwalkan menuju Masjidil Haram untuk menuntaskan tawaf, sai, dan tahalul sebagai bagian dari ibadah umrah.

Artikel terkait

Rekomendasi