Jemaah Haji Embarkasi Jakarta Mulai Memasuki Asrama Pondok Gede

Jemaah Haji Embarkasi Jakarta Mulai Memasuki Asrama Pondok Gede
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Embarkasi Jakarta Mulai Memasuki Asrama Pondok Gede.

Sebanyak 393 jemaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta mulai memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026) pagi untuk menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Kedatangan rombongan ini menandai dimulainya fase operasional keberangkatan haji tahun ini sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Para jemaah yang baru tiba langsung diarahkan menuju gedung serbaguna untuk melalui serangkaian prosedur medis. Selain pemeriksaan fisik, mereka melakukan aktivasi Nusuk sebagai identitas digital resmi dari pemerintah Arab Saudi serta menerima paspor dan uang saku sebesar 750 riyal dari petugas.

Maisaroh (55), seorang pedagang pakaian asal Cempaka Putih, menjadi salah satu jemaah yang masuk asrama bersama ibunya, Mursinah (88). Keberangkatan ini merupakan hasil dari tabungan hasil berdagang selama sepuluh tahun setelah Maisaroh mendaftarkan diri pada 2016 dan mendaftarkan ibunya pada 2020.

"Iya ibu sudah nunggu-nunggu. Kalau ada orang pulang haji atau umroh, ibu selalu nanya, 'Kapan saya dipanggil? Kok orang-orang udah dipanggil?' katanya. 'Jangan-jangan saya panggil Ilahi duluan,' kata ibu begitu," ucap Maisaroh.

Keputusan Maisaroh untuk mendaftarkan sang ibu diambil saat kondisi ekonomi dari usahanya menunjukkan tren positif. Ia berupaya memprioritaskan keinginan ibunya agar bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

"Alhamdulillah waktu saya dagang, ternyata dapat dikasih rezeki banyak, saya langsung tanya sama ibu, 'Mau nggak daftar haji?' Lalu dijawab mau katanya. Ya, sudah langsung didaftarin, dia senang," katanya.

Meskipun sempat merasa waswas mengingat faktor usia ibunya yang sudah lanjut, Maisaroh merasa lega setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang memungkinkan untuk terbang. Ia berharap proses pendampingan selama di Arab Saudi berjalan lancar.

"Terus cuma waktu pendampingan saya bingung, karena ibu saya kan sudah lanjut ya, ternyata alhamdulillah dikasih sehat, bisa bareng, mudah-mudahan diberi kemampuan sampai sampai perjalanan hajinya," jelas Maisaroh.

Selain Maisaroh, Sariyem (60) warga Cibubur juga merasakan penantian panjang selama 13 tahun sebelum akhirnya dijadwalkan berangkat bersama suaminya, Lasito (70). Pensiunan guru sekolah dasar ini mengandalkan tabungan dari gaji bulanan untuk menutupi biaya pendaftaran.

"Iya saya nabung, prosesnya pertama Rp 25 juta. Setelah dapat panggilan baru saya ngelunasin. Jadi terus enggak nyicil-nyicil lagi. Soalnya kami nyimpen (nabung)," tutur Sariyem.

Ibadah ini menjadi momen pertama bagi Sariyem dan suaminya berkunjung ke Baitullah. Ia memiliki harapan khusus saat nanti menjalankan prosesi ibadah di depan Kabah.

"Sampai depan kabah, ingin doa biar semua keluarga sehat, panjang umur, lancar rezekinya, berkah barokah," ungkap Sariyem.

Di lokasi asrama, petugas memberikan layanan prioritas bagi jemaah lanjut usia saat proses bongkar muat koper dan pemeriksaan medis. Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, menyatakan bahwa seluruh jemaah akan mendapatkan pembekalan akhir setelah waktu istirahat.

"Sementara masuk asrama dulu. Nanti setelah jam istirahat ada waktu salat jemaah bersama, salat wajib. Nanti di dalam salat wajib itu ada, pengukuhan atau, penguatan kembali terkait manasik. Termasuk juga sosialisasi kesehatan, termasuk sosialisasi, menghadapi musim di sana," ucap Ali.

Artikel terkait

Rekomendasi