Ribuan jemaah haji asal Aceh menerima distribusi dana wakaf dari pengelolaan aset Baitul Asyi di Hotel Burj Alwahda Almutamayiz, Jarwal, Makkah, pada Selasa (12/5/2026). Penyerahan bantuan finansial ini merupakan tradisi yang telah terjaga selama lebih dari dua abad bagi warga Aceh yang beribadah haji.
Penyaluran kompensasi tunai tersebut diberikan kepada 5.426 jemaah haji yang terbagi dalam 14 kelompok terbang pada musim haji tahun ini. Dilansir dari Detikcom, setiap jemaah berhak mendapatkan dana sebesar 2.000 riyal atau setara dengan Rp9,2 juta per orang.
Nazir Wakaf Baitul Asyi, Abdul Latif Muhammad Baltu, menyerahkan dana tersebut secara simbolis dengan disaksikan oleh pengurus wakaf dan perwakilan Pemerintah Aceh. Dana ini bersumber dari aset yang diwakafkan oleh ulama Aceh, Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi, sejak tahun 1809 Masehi.
"Wakaf ini dijaga Allah, juga kerajaan Arab Saudi. Di bawah kekuasaan mereka sebagai yang diberi amanah, menjaga dan memberikan amanah kepada orang yang layak mengendalikannya," kata Syaikh Baltu.
Syaikh Baltu menjelaskan bahwa total alokasi dana wakaf yang dibagikan pada tahun 2026 mencapai sekitar 11,2 juta riyal. Nilai aset keseluruhan peninggalan Habib Bugak Asyi saat ini diperkirakan menembus 200 juta riyal atau sekitar Rp5,2 triliun, yang mencakup hotel-hotel besar di sekitar Masjidil Haram.
"Sekarang sudah 11 tahun dibagikan. Berkisar 100 juta (riyal) lebih yang telah dibagikan," kata Syaikh Baltu.
Aset produktif tersebut dikelola secara komersial dalam bentuk penginapan, termasuk Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai. Meski naskah asli wakaf menyebutkan hak fasilitas penginapan, pengelola memberikan kompensasi tunai karena aset tersebut kini disewakan kepada pihak lain untuk tujuan komersial.
Berdasarkan akta wakaf yang diikrarkan di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah pada 1224 Hijriah, manfaat properti ini dikhususkan bagi masyarakat Aceh yang menunaikan haji maupun yang menetap di kota suci tersebut. Distribusi tahun ini diharapkan dapat membantu kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.