Jasa Marga Rombak Pengurus dan Bagikan Dividen Rp 1,1 Triliun

Jasa Marga Rombak Pengurus dan Bagikan Dividen Rp 1,1 Triliun
Foto: Ilustrasi Jasa Marga Rombak Pengurus dan Bagikan Dividen Rp 1,1 Triliun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) merombak susunan dewan komisaris dan direksi perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Kompas, badan usaha milik negara pengelola jalan tol tersebut mengangkat mantan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sebagai komisaris baru.

Selain mengangkat Nurul Ghufron, pemegang saham juga menetapkan Andry Tanudjaja untuk mengisi posisi Wakil Direktur Utama Jasa Marga. Langkah penyegaran organisasi ini dibarengi dengan keputusan perseroan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dari hasil keuntungan tahun buku sebelumnya.

Perusahaan sepakat mengalokasikan dana sebesar Rp 1,1 triliun sebagai dividen, yang mencerminkan 31 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Manajemen berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada investor dan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis.

"Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp 156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date) 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026," kata Rivan, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (20/05/2026).

Dana dari sisa keuntungan bersih tahun lalu yang tidak dibagikan akan dimasukkan ke dalam pos laba ditahan demi memperkuat cadangan modal perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham JSMR ini membukukan laba inti yang kuat mencapai Rp 3,7 triliun.

Pendapatan usaha Jasa Marga bertumbuh sebesar 5,8 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 19,8 triliun. Realisasi ini didominasi oleh kontribusi pendapatan dari sektor jalan tol sebesar Rp 18,2 triliun, sementara lini bisnis penunjang lainnya menyumbang sebesar Rp 1,6 triliun.

Kinerja keuangan yang positif tersebut juga tercermin pada perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang naik menjadi Rp 13,3 triliun. Perusahaan tercatat berhasil mempertahankan margin EBITDA pada level yang sehat sebesar 67 persen.

"Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," kata Rivan.

Hingga akhir tahun buku 2025, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar industri jalan tol di Indonesia dengan mengoperasikan jalur sepanjang 1.294 kilometer. Volume lalu lintas harian rata-rata di jaringan tol mereka mencapai 3,58 juta kendaraan, dengan total akumulasi 1,31 miliar kendaraan sepanjang tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi