Jasa Marga Bagikan Dividen Jumbo Rp1,1 Triliun dari Laba Buku 2025

Jasa Marga Bagikan Dividen Jumbo Rp1,1 Triliun dari Laba Buku 2025
Foto: Ilustrasi Jasa Marga Bagikan Dividen Jumbo Rp1,1 Triliun dari Laba Buku 2025.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan kode emiten JSMR memutuskan untuk membagikan dividen jumbo dari laba tahun buku 2025. Langkah strategis emiten pengelola jalan tol terbesar di Indonesia ini menjadi sorotan para investor.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Mei 2026. Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp1,1 triliun, seperti dikutip dari Stocksetup.

Alokasi tersebut setara dengan 31% dari total laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang tahun 2025. Dengan keputusan ini, besaran dividen per saham atau dividend per share (DPS) ditetapkan senilai Rp156,2 per lembar saham.

Saham JSMR dinilai menarik oleh pelaku pasar karena karakteristiknya sebagai emiten infrastruktur defensif di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memiliki jaringan jalan tol strategis di berbagai wilayah yang menjadi tulang punggung bisnisnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada pengusahaan jalan tol. Berdiri sejak tahun 1978, perseroan tercatat sebagai operator jalan tol pertama di Indonesia.

Hingga saat ini, Jasa Marga mengelola sejumlah ruas tol utama di tanah air. Beberapa di antaranya meliputi Tol Jagorawi, Jakarta-Cikampek, JORR, Trans Jawa, Tol Bali Mandara, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, hingga Tol Jogja-Solo.

Pendapatan utama perseroan bersumber dari sektor operasional jalan tol. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume kendaraan serta pengoperasian sejumlah ruas tol baru.

Selain bisnis inti tersebut, JSMR mengembangkan lini usaha pendukung untuk memperkuat ekosistem bisnisnya. Ragam aktivitas usaha perseroan tercakup dalam beberapa sektor strategis.

Daftar Lini Usaha Pendukung PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Lini UsahaKeterangan
Pengusahaan jalan tolOperasional dan pengelolaan ruas tol
Konstruksi jalan tolPembangunan infrastruktur tol
Rest area dan propertiPengembangan kawasan pendukung jalan tol
Teknologi transportasiSistem transaksi dan layanan digital tol
Pengembangan bisnisInvestasi jalan tol baru dan anak usaha

Perubahan Susunan Manajemen Terbaru

Melalui agenda RUPST 2026, Jasa Marga resmi melakukan perombakan pada jajaran direksi dan dewan komisaris perusahaan. Langkah ini diambil untuk menyegarkan struktur organisasi perseroan.

Struktur manajemen baru ini diisi oleh kombinasi profesional yang mengawal jalannya operasional bisnis jalan tol nasional. Berikut susunan lengkap dewan komisaris dan direksi hasil keputusan RUPST.

Susunan Dewan Komisaris JSMR Hasil RUPST 2026
NamaJabatan
Juri ArdiantoroKomisaris Utama
Syamsul Bachri YusufKomisaris
M Asrorun Ni'am SholehKomisaris
Tedi KurniawanKomisaris Independen
Nachrowi RamliKomisaris Independen
Rudi AntariksawanKomisaris Independen
Nurul GhufronKomisaris
Susunan Direksi Terbaru JSMR Hasil RUPST 2026
NamaJabatan
Rivan A. PurwantonoDirektur Utama
Andry TanudjajaWakil Direktur Utama
Reza FebrianoDirektur Bisnis
Yoga Tri AnggoroDirektur Human Capital dan Transformasi
Pramitha WulanjaniDirektur Keuangan dan Manajemen Risiko
Yaya RuhiyaDirektur Layanan
Fitri WiyantiDirektur Operasi
Ari RespatiDirektur Pengembangan Usaha

Kinerja Keuangan Sepanjang 2025 dan Kuartal I 2026

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, kinerja keuangan JSMR sepanjang tahun 2025 berada dalam kondisi yang solid. Meskipun demikian, laba bersih perseroan sempat mengalami tekanan.

Tekanan tersebut dipicu oleh kenaikan biaya keuangan serta perlambatan pada sektor pendapatan konstruksi. Secara umum, kondisi finansial perseroan tercermin pada laporan tahun buku 2025.

Ringkasan Laporan Keuangan JSMR Tahun Buku 2025
Pos Keuangan2025
Pendapatan usahaRp19,8 triliun
EBITDARp13,3 triliun
Core profitRp3,7 triliun
DividenRp1,1 triliun
Dividend payout ratio31%

Manajemen perseroan melaporkan bahwa raihan margin EBITDA mampu mencapai kisaran 67%. Angka ini mengindikasikan bahwa lini bisnis operasional tol masih memproduksi arus kas harian yang kokoh.

Sementara pada periode kuartal I 2026, Jasa Marga membukukan laba bersih senilai Rp774,7 giliat. Jumlah tersebut terkoreksi sekitar 16% bila dibandingkan capaian kuartal I tahun sebelumnya yang menyentuh Rp927,5 miliar.

Koreksi laba bersih pada awal tahun ini dipengaruhi oleh lonjakan beban operasional dari ruas tol baru serta biaya keuangan. Namun, pendapatan usaha kuartal I 2026 tetap tumbuh sebesar 10,4% secara tahunan menjadi Rp5,1 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi