PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Provinsi Jawa Tengah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja keuangan tahun buku 2025. Perusahaan daerah ini mengantongi laba tahun berjalan senilai Rp18,69 miliar.
Pencapaian laba tersebut mengalami kenaikan sebesar 11,05 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Jamkrida Jateng meraih laba sebesar Rp16,83 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Finansial, pertumbuhan laba ini ditopang oleh kinerja pendapatan yang signifikan. Pendapatan imbal jasa penjaminan (IJP) bruto perusahaan mencapai Rp210,54 miliar sepanjang 2025.
Angka pendapatan bruto tersebut melonjak tajam 58,22 persen YoY dari posisi sebelumnya sebesar Rp133,06 miliar. Perusahaan juga mencatatkan beban IJP bersama, premi reasuransi, serta beban akuisisi penjaminan dalam operasionalnya.
Beban IJP bersama atau premi reasuransi tercatat sebesar Rp55,81 miliar. Sementara itu, Jamkrida Jateng mengalokasikan beban akuisisi penjaminan senilai Rp40,51 miliar selama periode tersebut.
Setelah dikurangi beban-beban tersebut, jumlah pendapatan IJP bersih yang terkumpul adalah sebesar Rp114,20 miliar. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 55,20 persen secara tahunan.
Selain dari jasa penjaminan, perusahaan juga memperoleh pendapatan operasional lainnya sebesar Rp9,94 miliar. Total pendapatan yang diraih Jamkrida Jawa Tengah pada 2025 menyentuh angka Rp124,15 miliar, atau tumbuh 51,69 persen YoY.
Di sisi pengeluaran, jumlah beban usaha pada tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi Rp93,61 miliar. Nilai beban ini naik 68,60 persen YoY jika dibandingkan dengan beban tahun sebelumnya yang sebesar Rp55,52 miliar.
Meninjau dari sisi posisi keuangan, aset total yang dimiliki Jamkrida Jawa Tengah hingga akhir 2025 mencapai Rp741,08 miliar. Komposisi ini terdiri dari liabilitas dan ekuitas perusahaan.
Jumlah liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp533,78 miliar pada periode laporan ini. Sementara itu, total ekuitas atau modal bersih yang dimiliki Jamkrida Jateng mencapai Rp207,30 miliar.