Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp9,3 Juta

Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp9,3 Juta
Foto: Ilustrasi Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp9,3 Juta.

Jamaah haji asal Aceh yang berada di Tanah Suci mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau setara Rp9,3 juta per orang pada Selasa (12/5/2026). Pemberian dana kompensasi dari pengelolaan aset produktif di Makkah ini merupakan tradisi rutin yang diperoleh setiap jamaah asal Serambi Mekkah.

Selain dana wakaf tersebut, setiap jamaah juga mendapatkan biaya hidup atau living cost sebesar 750 riyal Saudi dari Pemerintah Indonesia, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Akumulasi dana yang dibawa pulang jamaah mencapai 2.750 riyal atau sekitar Rp12,8 juta dengan asumsi kurs Rp4.668 per riyal.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengonfirmasi bahwa penyaluran telah dimulai bagi jamaah yang sudah tiba di Makkah. Kelompok Terbang (Kloter) 2 menjadi rombongan pertama yang menerima manfaat wakaf tersebut langsung di penginapan mereka.

"Kemarin sore jamaah kita Kloter 2 sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi," kata Arijal.

Arijal memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembagian yang mendahulukan Kloter 2 dibandingkan Kloter 1. Hal ini dikarenakan posisi jamaah Kloter 1 saat ini masih berada di Madinah dan dijadwalkan baru bertolak ke Makkah pada Kamis (14/5/2026).

"Selanjutnya akan dijadwalkan lagi Kloter 3 hingga seterusnya. Sedangkan Kloter 1 masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah," ujarnya.

Terkait mekanisme biaya hidup, penyerahan dana sebesar Rp3,5 juta tersebut dilakukan lebih awal saat jamaah masih berada di tanah air. Dana ini dibagikan bersamaan dengan dokumen administrasi keberangkatan lainnya.

"Living cost (biaya hidup) dibagikan saat masuk di asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di Aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh)," katanya.

Aset produktif yang menjadi sumber dana ini berasal dari wakaf tokoh Aceh, Habib Bugak Al-Asyi, pada awal abad ke-19. Saat ini, aset tersebut dikelola dalam bentuk hotel mewah di Makkah yang keuntungannya khusus diperuntukkan bagi jamaah haji Aceh.

Mengenai perkembangan kondisi kesehatan di Arab Saudi, otoritas terkait memastikan seluruh jamaah berada dalam pengawasan yang baik. Hingga saat ini, para jamaah dilaporkan dapat menjalankan rangkaian ibadah tanpa kendala medis yang berarti.

"Alhamdulillah, kondisi jamaah sampai hari ini dalam kondisi sehat, semua tidak ada keluhan yang sakit, mereka masih melakukan umrah, beristirahat," kata Arijal.

Artikel terkait

Rekomendasi