Produsen otomotif asal Tiongkok memperkenalkan Jaecoo J5 varian mesin pembakaran internal (ICE) di Wuhu, China, yang memiliki perbedaan desain signifikan dibandingkan versi listriknya. Peluncuran ini memberikan fleksibilitas pilihan bagi konsumen global yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Varian bensin ini mengandalkan mesin berkapasitas 1.500 cc untuk mendukung mobilitas jarak jauh tanpa ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya. Dilansir dari Otomotif, model ini hadir dengan konfigurasi setir kanan yang berbeda dari unit yang saat ini tersedia di pasar Indonesia.
Perbedaan estetika paling nyata terletak pada bagian fascia depan kendaraan. Jaecoo J5 bensin menggunakan grille besar dengan aksen vertikal tegas untuk menonjolkan kesan SUV konvensional yang kokoh, sementara versi listrik menggunakan desain tertutup yang lebih minimalis dan futuristik.
Meskipun memiliki perbedaan wajah, kedua varian tetap mempertahankan siluet bodi kotak dan garis tegas pada sisi samping hingga belakang. Lampu belakang yang memanjang dengan identitas merek di bagian tengah menjadi kesamaan desain yang dipertahankan pada kedua model tersebut.
Data spesifikasi yang dihimpun menunjukkan bahwa versi listrik dibekali baterai 60,9 kWh dengan daya jelajah mencapai 461 kilometer berdasarkan standar NEDC. Sebaliknya, versi bensin diposisikan untuk menawarkan karakter berkendara konvensional yang lebih familiar bagi pasar di negara berkembang.
Bagian kabin kedua varian tetap mengusung konsep modern dengan tata letak minimalis dan layar digital yang serupa. Jaecoo J5 varian bensin ini menunjukkan strategi perusahaan untuk tetap mengakomodasi kebutuhan pasar yang beragam di tengah tren global kendaraan listrik.
"Jaecoo" tulis narasi pada bodi belakang tetap menjadi identitas utama pada kedua model. Kehadiran varian bensin ini mempertegas fokus perusahaan dalam menyediakan pilihan luas bagi konsumen, baik untuk efisiensi energi maupun kebutuhan performa mesin pembakaran.