Umat Islam dapat mulai melaksanakan ibadah puasa sunnah Ayyamul Bidh pada bulan Zulkaidah 1447 H yang jatuh mulai Jumat, 1 Mei 2026. Jadwal ini ditetapkan berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
Puasa rutin pertengahan bulan hijriah ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 Zulkaidah. Berdasarkan penanggalan tersebut, pelaksanaan puasa jatuh pada Jumat (1/5), Sabtu (2/5), dan Minggu (3/5) mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Landasan pelaksanaan ibadah ini merujuk pada pesan Rasulullah SAW mengenai amalan rutin setiap bulan. Hadits dari Abu Hurairah RA memberikan penjelasan mengenai wasiat tersebut.
"Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." ujar Abu Hurairah RA dalam riwayat Muttafaq 'Alaih.
M. Hasyim Ritonga dalam buku Fiqih Puasa menjelaskan bahwa terminologi Ayyamul Bidh merujuk pada hari-hari yang memiliki malam terang benderang karena cahaya bulan purnama. Ibadah ini bersifat sunnah muakkad atau sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulan oleh umat muslim.
Terdapat nilai pahala yang besar bagi individu yang menjalankan ibadah ini secara konsisten. Keutamaan tersebut disetarakan dengan melakukan puasa sepanjang tahun secara penuh.
"Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun." sabda Rasulullah SAW sebagaimana tercatat dalam kitab Riyadhus Shalihin.
Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dzar memperkuat dalil mengenai pelipatan pahala dari satu kebaikan yang dikerjakan oleh manusia. Allah SWT memberikan pembenaran melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an terkait balasan sepuluh kali lipat untuk setiap amal saleh.
"Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh. Lalu Allah 'azza wajalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu (firman-Nya): Barang siapa yang melakukan satu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari. Abu 'Isa berkata: ini merupakan hadits hasan shahih." kata Rasulullah SAW dalam riwayat yang disampaikan Abu Dzar.
Persiapan teknis bagi yang ingin mengamalkan ibadah ini mencakup pembacaan niat sebelum fajar. Menurut Ustadz Ali Amrin Al Qurawy dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, lafal niat yang digunakan adalah sebagai berikut.
"Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala" jelas isi terjemahan niat tersebut.
Penetapan 1 Zulkaidah 1447 H sendiri jatuh pada Minggu, 19 April 2026. Jadwal ini menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk menentukan awal pelaksanaan puasa sunnah di bulan tersebut.