Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyongsong bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang merupakan salah satu periode paling mulia dalam kalender Islam. Momen yang paling dinantikan adalah Hari Arafah, baik bagi jemaah haji di Tanah Suci maupun Muslim yang beribadah dari rumah.
Dilansir dari Cahaya, Hari Arafah diperingati setiap tanggal 9 Zulhijah, tepat sehari sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Arafah 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.
Sistem kalender Hijriah menetapkan pergantian hari dimulai saat matahari terbenam. Kondisi ini menandakan malam Arafah sudah dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 selepas waktu magrib bagi umat Islam yang ingin mulai memperbanyak ibadah.
Tanggal tersebut masih bersifat prediksi berdasarkan metode hisab. Pemerintah Indonesia melalui Kemenag RI akan menetapkan awal Zulhijah secara final melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Zulkaidah mendatang.
Hari Arafah memiliki kedudukan sangat tinggi karena menjadi waktu pelaksanaan wukuf bagi jemaah haji. Wukuf di Padang Arafah merupakan rukun paling utama yang menentukan keabsahan ibadah haji seseorang secara total.
"Haji adalah Arafah."
Rasulullah SAW menegaskan inti pelaksanaan haji melalui hadits tersebut. Jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di satu titik untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Abdurrahman Ahmad As dalam buku 12 Bulan Mulia menyebutkan bahwa Hari Arafah termasuk hari paling utama dalam sepuluh hari pertama Zulhijah. Momentum ini dianggap sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Tuhan dalam skala besar.
Jaminan Pembebasan dari Api Neraka
Keistimewaan Hari Arafah juga berkaitan dengan ampunan dosa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari tersebut Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari ancaman api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.
ÔÇ£Tiada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah.ÔÇØ
Kutipan hadits riwayat Muslim tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk meningkatkan intensitas ibadah. Para ulama menganjurkan umat untuk memperbanyak doa, istigfar, takbir, dan tahmid sepanjang hari tersebut.
Keutamaan Puasa Sunnah Arafah
Bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa sunnah Arafah menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah bertepatan dengan waktu wukuf di Tanah Suci.
ÔÇ£Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.ÔÇØ
Hadits riwayat Abu Qatadah RA tersebut menjelaskan mengapa puasa ini begitu istimewa. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa jemaah yang sedang wukuf tidak dianjurkan berpuasa agar kondisi fisik mereka tetap terjaga selama puncak haji.
Panduan Tata Cara Pelaksanaan Puasa
Pelaksanaan puasa Arafah memiliki ketentuan yang serupa dengan puasa sunnah pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada niat yang bisa dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur tiba.
┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Å ÏÁ┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ï╣┘ÄÏ▒┘Ä┘ü┘ÄÏ®┘Ä Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘É┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë
Nawaitu shauma ÔÇÿArafata sunnatan lillaahi taÔÇÖaalaa. Artinya: ÔÇ£Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah TaÔÇÖala.ÔÇØ
Umat Islam disarankan tetap menjalankan sahur untuk mendapatkan keberkahan. Selama berpuasa, penjagaan terhadap lisan, emosi, dan perilaku sangat ditekankan agar pahala ibadah tidak berkurang akibat perbuatan sia-sia.
Imam Al-Ghazali dalam buku Rahasia Ibadah Haji dan Umrah menyebutkan bahwa suasana di Arafah menggambarkan manusia saat dikumpulkan di Padang Mahsyar. Hal ini menjadi pengingat pentingnya taubat dan kesiapan menuju akhirat.