Jacobo Ramon Pilih Bertahan di Como ketimbang Kembali ke Real Madrid

Jacobo Ramon Pilih Bertahan di Como ketimbang Kembali ke Real Madrid
Foto: Ilustrasi Jacobo Ramon Pilih Bertahan di Como ketimbang Kembali ke Real Madrid.

Bek tengah Jacobo Ramon memutuskan untuk tetap merumput bersama Como pada musim depan meskipun Real Madrid memegang klausul pembelian kembali atas dirinya. Keputusan tersebut diambil setelah ia membawa klubnya mengukir sejarah baru lolos ke Liga Champions untuk pertama kali pada Selasa (26/5/2026).

Kepastian mengenai masa depan pemain asal Spanyol tersebut dikonfirmasi setelah dirinya membawa Como menyelesaikan musim yang luar biasa di kompetisi Serie A. Seperti dilansir dari Suara, raksasa Spanyol Real Madrid sebenarnya mempunyai opsi untuk membeli kembali Ramon dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, serupa dengan klausul yang dimiliki Nico Paz.

Ketika dimintai keterangan terkait peluang dirinya untuk kembali memperkuat klub lamanya, sang pemain bertahan memberikan jawaban yang tegas mengenai masa depannya di Italia.

"Saya melihat diri saya di sini," kata Ramon.

Pemain Spanyol tersebut saat ini memilih untuk mengabaikan jalur keluar untuk kembali ke Madrid karena merasa telah menyatu dengan salah satu momen paling fenomenal di Serie A. Ia juga terlihat emosional ketika memberikan komentar terkait keberhasilan Como menembus kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.

"Rasanya seperti mewujudkan mimpi, sesuatu yang sulit digambarkan dengan kata-kata," tutur Ramon.

Ia menambahkan bahwa kebahagiaan yang dirasakan saat memastikan tiket kualifikasi Liga Champions tersebut memiliki nilai yang sangat besar bagi dirinya. Keberhasilan kolektif ini dinilai sebanding dengan pencapaian personal yang luar biasa di level tertinggi sepak bola Spanyol.

"Kegembiraan lolos kualifikasi setidaknya setara dengan mencetak gol di Bernabeu bersama Real Madrid," kata Ramon.

Ramon menilai faktor utama di balik kesuksesan besar Como musim ini adalah peran dari juru taktik mereka, Cesc Fabregas. Menurutnya, sang pelatih berhasil membangun atmosfer ruang ganti yang sangat harmonis dan solid di antara para pemain.

"Ia telah membuat kami merasa seperti keluarga, menciptakan kelompok di mana setiap orang berkorban untuk satu sama lain. Itulah kekuatan kami," ujar Ramon.

Artikel terkait

Rekomendasi