IWIP Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Halmahera Tengah

IWIP Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Halmahera Tengah
Foto: Ilustrasi IWIP Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Halmahera Tengah.

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) membangun instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulan, Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk memperluas akses air bersih masyarakat mulai 23 April 2026.

Proyek infrastruktur ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan dasar warga di sekitar kawasan industri terhadap pasokan air yang layak konsumsi. Berdasarkan data yang dilansir dari Lestari, fasilitas ini dirancang untuk memiliki kapasitas distribusi yang signifikan bagi dua desa tersebut.

Pembangunan sarana bertajuk Water Treatment Plant (WTP) Lelilef ini mencakup pengoperasian dua reservoir dengan total daya tampung mencapai 5.200 meter kubik per hari. Selain itu, terdapat tiga unit instalasi pengolahan air pada masing-masing reservoir dengan kapasitas 210 meter kubik per unit.

General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa ketersediaan sarana sanitasi ini memiliki kaitan erat dengan peningkatan taraf hidup warga lokal.

ÔÇ£Akses terhadap air bersih sering dianggap sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat,ÔÇØ ujar Iwan Kurniawan, General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP.

Iwan juga menyoroti aspek keberlanjutan proyek yang sangat bergantung pada kepedulian warga dalam mengelola infrastruktur yang telah disediakan oleh perusahaan.

ÔÇ£Akses terhadap air bersih sering dianggap sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat,ÔÇØ ujar Iwan Kurniawan, General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP.

Camat Weda Tengah, Antonius, memberikan tanggapan positif terhadap langkah korporasi ini. Menurutnya, pembangunan jaringan pipa merupakan solusi bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ia meminta masyarakat di wilayahnya untuk bekerja sama menjaga situasi agar tetap kondusif selama proses konstruksi berlangsung hingga fasilitas tersebut siap beroperasi secara penuh.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Lelilef Waibulan, Faisal Djamil, menekankan pentingnya menjaga fasilitas pengolahan air ini sebagai aset berharga bagi generasi mendatang di Halmahera Tengah.

Sebagai bentuk komitmen tertulis, IWIP, WBN, serta pemerintah desa setempat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai tata kelola dan keberlanjutan instalasi air tersebut. Prosesi penandatanganan dilakukan bersamaan dengan peletakan pipa pertama di lokasi proyek.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin akses air bersih, sanitasi layak, serta kesejahteraan hidup masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi