Emiten keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menetapkan kebijakan untuk tidak mendistribusikan dividen dari perolehan laba tahun buku 2025. Langkah ini diambil kendati perusahaan sukses mengantongi laba bersih senilai Rp68,35 miliar, seperti dikutip dari Money.
Keputusan krusial tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Seluruh perolehan laba bersih akan dialokasikan untuk memperkuat posis keuangan internal dan ekspansi korporasi.
Pemegang saham sepakat mengalokasikan Rp100 juta dari laba bersih sebagai dana cadangan wajib. Sementara itu, sisa keuntungan dibukukan sebagai saldo laba ditahan demi menopang kegiatan operasional dan pengembangan bisnis masa depan.
"Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025," ujar Patrick Dannacher lewat keterangan pers, Jumat (22/5/2026).
Patrick Dannacher menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga disiplin finansial perusahaan. Selain itu, langkah tersebut menjadi strategi untuk memperkokoh fondasi bisnis demi pertumbuhan jangka panjang.
CYBR juga menyampaikan laporan realisasi dana hasil Initial Public Offering (IPO) yang mencapai Rp92,18 miliar. Seluruh dana penawaran umum perdana tersebut telah digunakan sepenuhnya hingga tahun buku 2025 sesuai rencana awal.
Di sisi lain, realisasi dana dari hasil konversi Waran Seri I tercatat sudah menyentuh Rp90,75 miliar. Manajemen masih memegang sisa dana sebesar Rp14,83 miliar yang diproyeksikan untuk memperkuat kapabilitas bisnis ke depan.
Manajemen ITSEC Asia melihat adanya lonjakan kebutuhan terhadap proteksi digital seiring masifnya transformasi digital nasional. Kebutuhan ini sangat menonjol pada sektor pemerintahan, layanan finansial, infrastruktur kritikal, serta segmen enterprise.
Guna menangkap peluang tersebut, CYBR fokus meningkatkan kemampuan di bidang cyber resilience dan managed security services. Perusahaan juga mengembangkan solusi proteksi berbasis teknologi adaptif untuk menghalau ancaman digital dan kecerdasan buatan (AI).
Agenda RUPST juga menyepakati perombakan pengurus dengan mengangkat Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan sebagai Direktur baru. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas eksekusi operasional dan kesiapan organisasi menghadapi dinamika pasar.
Bersamaan dengan itu, pemegang saham menerima surat pengunduran diri Bambang Susilo dari posisi Direktur. Namun, Bambang Susilo dipastikan tetap memegang peran strategis sebagai pimpinan unit bisnis Governance, Risk and Compliance (GRC).
Berikut adalah susunan Dewan Komisaris CYBR terbaru:
- Presiden Komisaris: Richardus Eko Indrajit
- Komisaris: Andri Hutama Putra
- Komisaris Independen: Agustinus Nicholas L. Tobing
Berikut adalah susunan Direksi CYBR terbaru:
- Presiden Direktur: Patrick Rudolf Dannacher
- Wakil Presiden Direktur: Marek Bialoglowy
- Direktur: Eko Prasudi Widianto
- Direktur: Doni Mora
- Direktur: Yulius C. Rusli
- Direktur: Viko Setiyawan
Patrick Rudolf Dannacher menilai penguatan struktural ini menjadi instrumen penting untuk memacu pertumbuhan di tengah industri yang semakin kompleks.
ÔÇ£Industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional. Karena itu, penguatan organisasi bukan hanya tentang pertumbuhan Perseroan, tetapi juga memastikan kami memiliki struktur, kapabilitas, dan kepemimpinan yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang berkembang sangat cepat. Kami melihat momentum besar di Indonesia dan ITSEC Asia siap mengambil peran yang lebih signifikan dalam membangun ekosistem keamanan digital yang tangguh,ÔÇØ paparnya.