Angkatan Laut Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan melakukan pengawasan ketat dan menahan sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz pada Sabtu (25/4/2026). Langkah ini diambil otoritas Iran untuk menutup akses bagi armada militer maupun kapal komersial yang terafiliasi dengan negara-negara musuh.
Visual dari Televisi Pemerintah Iran memperlihatkan penumpukan kapal kargo raksasa serta kapal tanker minyak yang terhenti di jalur perairan strategis tersebut, sebagaimana dilansir dari Kompas. Sementara itu, sejumlah perahu kecil milik otoritas setempat tampak melakukan patroli aktif di sekitar kapal-kapal yang tertahan.
Pihak keamanan menegaskan bahwa setiap kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan pihak lawan dipastikan tidak memiliki izin melintas. Pengetatan ini merupakan bagian dari operasional rutin di bawah kendali penuh komando militer Iran di wilayah perairan tersebut.
"Sejauh ini, Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali ketat Angkatan Laut Pasukan Pengawal Revolusi Islam. Kapal militer dan kapal yang berasal dari negara-negara yang bermusuhan dengan Iran tidak diizinkan melewati selat tersebut. Namun, kapal kargo lain dapat melintasi Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dari Angkatan Laut IRGC," ujar anggota IRGC.
Prosedur perizinan kini menjadi syarat mutlak bagi kapal kargo umum yang ingin melanjutkan perjalanan melalui jalur distribusi energi dunia tersebut. Pengawasan jalur laut ini terus dilakukan oleh unit Angkatan Laut IRGC untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan navigasi yang ditetapkan Teheran.