Iran Klaim Ungguli AS dalam Negosiasi Konflik lewat Narasi Sejarah

Iran Klaim Ungguli AS dalam Negosiasi Konflik lewat Narasi Sejarah
Foto: Ilustrasi Iran Klaim Ungguli AS dalam Negosiasi Konflik lewat Narasi Sejarah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menggunakan narasi sejarah kuno untuk mengeklaim bahwa Teheran berada di posisi unggul dalam negosiasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna mengakhiri konflik pada Minggu (24/5/2026).

Langkah simbolis ini dilakukan lewat unggahan gambar situs arkeologi yang memperlihatkan Kaisar Romawi berlutut di hadapan pemimpin Kekaisaran Sasanian Iran melalui platform media sosial X, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

"Dalam pemikiran Romawi, Roma adalah pusat dunia yang tak terbantahkan. Namun, bangsa Iran menghancurkan ilusi itu," tulis Baqaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pernyataan tersebut mencuat di tengah laporan bahwa kedua negara sebenarnya semakin dekat dengan kesepakatan mengenai draf pembukaan kembali Selat Hormuz, relaksasi sanksi ekonomi, serta pengurangan pengayaan uranium oleh Iran.

Kendati demikian, rencana kesepakatan ini menghadapi penolakan keras dari internal Amerika Serikat, terutama dari mantan pejabat pemerintahan.

"Pengalaman dunia dengan negosiator Iran adalah mereka akan mengulur waktu dan mencoba menyeret proses ini," ujar Mike Pompeo, Mantan Menteri Luar Negeri AS.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut setelah berbicara dengan Trump, meskipun ia tetap menekankan syarat mutlak bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Artikel terkait

Rekomendasi