Iran Kecam Amerika Serikat Atas Penyitaan Kapal Komersial Toska

Iran Kecam Amerika Serikat Atas Penyitaan Kapal Komersial Toska
Foto: Ilustrasi Iran Kecam Amerika Serikat Atas Penyitaan Kapal Komersial Toska.

Pemerintah Iran melayangkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat setelah pasukan militer Washington melakukan serangan dan penyitaan terhadap kapal komersial Toska di wilayah Laut Oman pada Minggu (19/4/2026). Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembajakan yang melanggar hukum internasional.

Surat protes resmi telah dikirimkan oleh Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB. Dilansir dari Kompas, pihak Iran menyatakan bahwa serangan terhadap kapal sipil tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar hukum internasional.

"Pada tanggal 19 April 2026, di sekitar pantai Iran di Laut Oman, pasukan militer AS melakukan serangan yang bermusuhan dan melanggar hukum terhadap kapal komersial Iran ÔÇÿToskaÔÇÖ," tulis Amir Saeid Iravani, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB.

Iravani menegaskan bahwa tindakan intimidasi dan teror psikologis terhadap awak kapal semakin memperburuk dampak dari agresi militer tersebut. Ia juga menilai langkah AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah ditetapkan.

"Perilaku tersebut memiliki ciri khas pembajakan dan merupakan eskalasi berbahaya yang sangat membahayakan keselamatan dan keamanan jalur pelayaran vital," tulis Amir Saeid Iravani, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB.

Pemerintah Iran mendesak badan dunia tersebut untuk memberikan sanksi moral dan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden di Teluk Oman tersebut. Iran menuntut agar kedaulatan mereka dihormati guna menjaga stabilitas di kawasan yang sedang rentan.

"Republik Islam Iran dengan tegas menolak dan mengutuk tindakan melanggar hukum AS ini dengan sekeras-kerasnya," ucap Amir Saeid Iravani, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB.

Dalam laporannya, Iravani juga meminta agar seluruh pihak yang ditahan segera dibebaskan tanpa syarat oleh otoritas Amerika Serikat. Pembebasan tersebut mencakup kapal, seluruh awak, beserta anggota keluarga mereka yang berada di lokasi kejadian.

"Dan menuntut AS untuk segera dan tanpa syarat membebaskan kapal, awaknya, dan keluarga mereka, serta semua pihak yang terkena dampak insiden ini," ucap Amir Saeid Iravani, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan penjelasan berbeda mengenai alasan di balik tindakan militer tersebut. Melalui media sosial, ia menyatakan bahwa kapal perusak rudal Angkatan Laut AS melakukan tindakan pencegatan karena adanya dugaan pelanggaran aturan pelayaran.

"menghentikan mereka tepat di tempat dengan membuat lubang di ruang mesin." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pasukan Marinir AS dilaporkan telah menguasai kapal yang masuk dalam daftar sanksi tersebut dan tengah melakukan penggeledahan muatan. Trump mengonfirmasi bahwa pasukannya sedang memastikan isi dari kapal kargo berbendera Iran itu secara menyeluruh.

"sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Artikel terkait

Rekomendasi