Iran Tingkatkan Frekuensi Kereta Barang ke China Imbas Blokade Laut

Iran Tingkatkan Frekuensi Kereta Barang ke China Imbas Blokade Laut
Foto: Ilustrasi Iran Tingkatkan Frekuensi Kereta Barang ke China Imbas Blokade Laut.

Pemerintah Iran meningkatkan intensitas perdagangan dengan China melalui jalur kereta api guna memitigasi dampak blokade Amerika Serikat (AS) terhadap akses pelabuhan nasional. Langkah ini diambil di tengah tekanan ekonomi yang kian berat bagi Teheran akibat pembatasan perdagangan internasional sejak April 2026.

Frekuensi keberangkatan kereta barang dari XiÔÇÖan, China, menuju Teheran dilaporkan melonjak dari satu kali sepekan menjadi setiap tiga hingga empat hari sekali. Dilansir dari Money, aktivitas logistik ini mulai meningkat tajam sejak dimulainya blokade pada 13 April 2026.

Lonjakan permintaan jalur darat ini turut mengatrol biaya pengiriman kontainer standar 40 kaki hingga mencapai 7.000 dollar AS atau sekitar Rp 121,6 juta. Angka tersebut menunjukkan kenaikan tarif sebesar 40 persen dibandingkan harga normal pada jalur yang melintasi Kazakhstan dan Turkmenistan tersebut.

Direktur Pelaksana Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun, mengungkapkan bahwa kapasitas jalur ini telah terisi penuh untuk beberapa waktu ke depan.

"Sebelumnya kereta-kereta ini tidak pernah beroperasi sama sekali selama beberapa minggu. Sekarang sudah penuh dipesan untuk bulan Mei," kata Altan Dursun.

Dursun menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan penambahan kapasitas logistik yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni mendatang guna memenuhi permintaan yang terus naik.

Meskipun frekuensi meningkat, kapasitas satu rangkaian kereta yang membawa 50 kontainer tetap jauh di bawah volume kapal kontainer besar. Ketergantungan Iran terhadap China semakin besar mengingat Beijing merupakan pembeli utama minyak Iran saat ini.

Pihak berwenang di Teheran juga mulai memproyeksikan jalur kereta api sebagai sarana ekspor produk petrokimia dan bahan bakar. Media pemerintah Press TV memberikan penegasan mengenai signifikansi jalur XiÔÇÖan ini dalam menghadapi tekanan luar negeri.

"solusi penting untuk berjaga-jaga agar perdagangan bilateral terhindar dari cengkeraman hegemoni AS" sebut Press TV.

Di sisi lain, Ketua komite kontainer asosiasi pelayaran Iran, Kambiz Etemadi, memproyeksikan adanya pergeseran besar-besaran dalam moda transportasi perdagangan nasional.

"Sekitar 40 persen perdagangan laut Iran berpotensi dialihkan ke jalur darat," kata Kambiz Etemadi.

Situasi domestik Iran juga menghadapi tantangan serius berupa pelemahan nilai tukar rial yang memicu inflasi serta keresahan sosial. Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan tanggapan keras terhadap gangguan distribusi barang di dalam negeri pada Rabu lalu.

"tindakan serius terhadap setiap pelanggaran yang mengganggu perdamaian masyarakat." tegas Masoud Pezeshkian.

Artikel terkait

Rekomendasi