Bau tidak sedap dilaporkan masih menyengat di kawasan Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, meskipun ruang terbuka hijau tersebut telah dipadati pengunjung sejak dibuka untuk publik pada April 2026. Kondisi ini terjadi akibat kendala teknis pada sistem pengolahan limbah di area tersebut.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, memberikan penjelasan terkait aroma tidak sedap yang dikeluhkan warga. Menurut laporan Megapolitan, ketidaksiapan infrastruktur menjadi faktor utama masalah lingkungan di taman yang baru diresmikan tersebut.
"Memang saat ini kondisinya masih ada bau, karena IPAL-nya belum jadi. Tapi nanti kalau IPAL sudah selesai, kita harapkan sudah lebih baik," ujar Fajar Sauri, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Pemerintah daerah kini tengah mengupayakan solusi jangka pendek untuk meminimalisasi gangguan aroma tersebut demi kenyamanan warga. Langkah darurat diambil dengan menempatkan bahan pengharum di titik-titik tertentu yang menjadi sumber bau.
"Untuk sementara kita antisipasi pakai kamper supaya agak wangi. Itu untuk penanganan sementara saja," kata Fajar Sauri.
Selain masalah aroma, lonjakan jumlah pelancong juga memicu persoalan kapasitas parkir, terutama saat libur akhir pekan. Pihak pengelola akhirnya memutuskan untuk membuka lahan tambahan guna menampung kendaraan pengunjung yang terus berdatangan.
"Parkir sudah kita buka lagi di lahan Pavilion Merah, motor-motor kita arahkan masuk. Walaupun jumlahnya memang melebihi kapasitas karena antusias pengunjung tinggi," ujar Fajar Sauri.
Fajar menambahkan bahwa karakteristik pengunjung di taman seluas 5,6 hektare ini mengalami pergeseran suasana antara waktu sore dan malam hari. Aktivitas keluarga tercatat paling mendominasi saat hari masih terang sebelum beralih ke suasana yang lebih dinamis saat malam tiba.
"Yang membawa keluarga itu menikmati pertunjukan air mancur serta suasana taman yang lebih hidup hingga malam hari," kata Fajar Sauri.
Pramono, dalam seremoni peresmian yang dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, menjelaskan bahwa kawasan ini merupakan integrasi dari tiga taman lama yakni Taman Leuser, Taman Langsat, dan Taman Ayodya. Proyek ini rampung setelah melalui proses revitalisasi sepanjang tahun 2025.
"Alhamdulillah Taman Bendera Pusaka ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Pramono.
Data kunjungan selama April 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan, khususnya di area Taman Langsat yang mencapai ribuan orang pada pekan terakhir. Berikut adalah rincian jumlah pengunjung berdasarkan data yang dirilis:
| Lokasi Taman | Minggu 1 | Minggu 2 | Minggu 3 | Minggu 4 |
|---|---|---|---|---|
| Taman Leuser | 89 | 63 | 120 | 198 |
| Taman Ayodya | 199 | 197 | 278 | 287 |
| Taman Langsat | 1267 | 286 | 689 | 3085 |
Pantauan pada Selasa (17/3/2026) malam menunjukkan area bermain anak atau playground menjadi titik paling padat. Fasilitas ini diperuntukkan bagi anak usia 3 hingga 12 tahun dengan persyaratan pengawasan ketat dari orang dewasa.